Tidak Akui Taliban, Tajikistan Tolak Kehadiran Taliban dalam KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO)

Alfanny - Sabtu, 18 September 2021, 7:28 WIB

TalibanTaliban/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.  Pada momentum pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Dushanbe Tajikistan, sejumlah negara menolak kehadiran pemerintah baru Taliban dalam KTT tersebut. 

"Partisipasi Afghanistan belum bisa direalisasikan karena yang terjadi di Afghanistan sekarang adalah kekacauan pemerintahan. Mengundang pihak mana pun dari Afghanistan dalam keadaan saat ini jelas tidak praktis," ujar Pelaksana Tugas Koordinator SCO Nasional Tajikistan Saidmurodzoda sebagaimana dilansir sejumlah media  yang dikutip FIXJAKARTA.COM pada Sabtu 18 September 2021. 

Tajikistan memang merupakan salah satu negara yang mengisyaratkan tidak akan mengakui pemerintahan baru Afghanistan yang dimonopoli Taliban.

Penegasan itu disampaikan langsung Presiden Tajikistan, Emomali Rakhmon.  Rakhmon mengatakan Tajikistan tidak akan mengakui pemerintah Afghanistan yang ekslusif dan tidak mewakili semua kelompok etnisnya.

"Fakta menunjukkan  Taliban mengingkari janji mereka untuk membentuk pemerintahan  dengan partisipasi luas dari kekuatan politik lainnya," kata Rakhmon beberapa waktu lalu yang dilansir sejumlah media. 

Tajikistan adalah salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Afghanistan di sebelah utara dan telah beberapa kali menampung pasukan pemerintah Afghanistan yang melarikan diri dari pertempuran dengan Taliban

Tajikistan telah meningkatkan kewaspadaan sejak Taliban mulai melancarkan serangan sporadis di Afghanistan pada bulan lalu antara lain dengan melakukan latihan militer skala besar dengan Rusia.

Sejumlah netizen anti Taliban juga memberikan apresiasi atas ketegasan Tajikistan menolak Taliban

"Tajikistan adalah salah satu negara yang mendukung rakyat Afghanistan yang sedang diduduki Taliban. Terima kasih Tajikistan," cuit akun twitter @AfgFactChecks pada Jumat 17 September 2021.

Di sisi lain, negara besar dalam SCO seperti China dan Rusia bersikap lebih pragmatis terhadap Taliban. China terlah berulang kali melakukan pertemuan dengan perwakilan Taliban dan menyatakan komitmennya untuk membantu pemulihan kembali Afghanistan.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa SCO harus menggunakan pengaruhnya agar pemerintahan baru Taliban memenuhi janji-janji mereka untuk menormalkan kehidupan dan membawa keamanan di Afghanistan.

Rusia tampak masih berhati-hati sejak Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan.   Rusia juga telah menyatakan tidak akan terburu-buru untuk mengakui pemerintahan baru Afghanistan.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot