Penangkapan Teroris Jaringan JI, Pengamat Terorisme Soffa Ihsan: JI Tetap Jadi Organisasi Berbahaya

Alfanny - Rabu, 15 September 2021, 8:05 WIB

Soffa IhsanSoffa Ihsan/Pribadi

FIXJAKARTA.COM.  Penangkapan sejumlah terduga teroris yang terkait jaringan Jamaah Islamiyah (JI) gencar dilakukan Densus 88 akhir-akhir ini.  Namun pengamat terorisme Soffa Ihsan menilai penangkapan terhadap orang-orang JI terutama Abu Rusydan yang juga alumnus Afghanistan ini tidak sehoror yang dibayangkan.

"Penangkapan massal terhadap anggota JI memang telah membuat kegiatan JI jadi beku seperti pabrik senjata dan tempat penyimpanan bahan peledak serta Syam organizer yang sudah disita oleh aparat," ungkap Soffa kepada reporter FIXJAKARTA.COM pada Rabu 15 Desember 2021. 

Menurut Soffa, JI lebih taktis dan strategis dalam merancang amaliyah.

"Dibawah kepemimpinan Para Wijayanto yang sudah ditangkap tahun 2020, JI telah melarang anggotanya melakukan amaliyah teror," tambahnya. 

Berbeda dengan JAD. Soffa menjelaskan bahwa JI harus melewati 2 tahap atau marhalah yaitu persiapan kekuatan termasuk logistik dan personil dan konsep atau tamkin risalah yang bertujuan untuk melemahkan otoritas musuh melalui dakwah dan perang informasi. 

"JI hanya akan menggunakan kekuatan (teror) kalau dua konsep ini selesai baru dilakukan usaha nikyah wal inhak yaitu menguras energi musuh dan mengelola kekacauan. JI punya strategi besar yaitu intinya  dakwah dan jihad untuk raih kemenangan," tandas Soffa yang juga penggagas Rudalku (Rumah Daulat Buku). 

Namun Soffa mengingatkan bahwa JI tetap menjadi organisasi berbahaya meski telah melemah sejak 2019.

"JI akan terus berkembang dan masih kuat di beberapa daerah. Mereka berdiaspora. Jadi menurut saya penangkapan Abu Rusydan khususnya kecil kemungkinan adanya aksi balas dendam. JI lebih cerdik dan punya strategi jangka panjang," ujar Soffa yang juga merupakan dosen di Universitas Indonesia (UI). 

Tapi Soffa berpendapat bahwa Densus 88 lebih piawai dalam strategi penghadangannya dengan data yang sudah terakumulasi dan termonitor.

"Selama ini pihak aparat polisi dan Densus 99 dipandang berhasil dalam pencegahan sehingga aksi teror sulit terjadi. Istilahnya jangan dilihat dari sisi kuantitas penangkapan terhadap teroris saja tetapi dari sisi bahwa piihak aparat telah memberikan rasa aman bagi masyarakat," pungkas Soffa mengakhiri perbincangannya dengan FIXJAKARTA.COM. 

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot