Kunjungi Desa Wisata Pandanrejo, Menparekraf Sandiaga Uno Tertarik Paket Wisata Edukasi Kambing Etawa Kaligesing

Alfaryandi | Alfanny - Rabu, 13 Oktober 2021, 9:08 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno di Desa Wisata PandanrejoMenparekraf Sandiaga Uno di Desa Wisata Pandanrejo/kemenparekraf.go.id

FIXJAKARTA.COM. Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno tertarik dengan paket wisata edukasi Kambing Etawa Kaligesing. 

Pengembangan kambing etawa khas Kaligesing yang sudah terkenal lama, sejak masa kolonial Belanda tahun 1920. Berbeda dengan kambing pada umumnya, kambing Etawa memiliki tubuh yang besar. Tak jarang kambing Etawa kerap dijadikan kontes selain pemanfaatan susunya yang dipercaya memiliki deretan khasiat.

Masyarakat setempat juga menghadirkan paket wisata edukasi Kambing Etawa Kaligesing. Yakni wisatawan dapat memerah dan meminum susu kambing Etawa, serta memberikan susu ke anak kambing.

Wisatawan yang tertarik mengetahui lebih jauh tentang kambing ini, juga bisa berkunjung ke Pasar Seton. Pasar ini menjadi lokasi transaksi jual-beli kambing peranakan Etawa sejak 1980-an.

Jual beli kambing peranakan Etawa di Pasar Seton kini telah menjadi budaya dan warisan turun-temurun. Dalam sekali gelaran Pasar Seton, bisa terkumpul 500 hingga 1.000 ekor kambing PE yang diperjualbelikan.

Keberadaan kambing Etawa juga menjadi sumber kreativitas masyarakat setempat dalam mengembangkan seni budaya. Salah satunya dalam bentuk kesenian tari Incling Wedus yang menjadi daya tarik desa Pandanrejo sejak tahun 1930an. Hanya di desa inilah wisatawan dapat menikmati suguhan tari Incling Wedus.

Tari ini sendiri merupakan tari kuda lumping dengan variasi kostum penari yang menyerupai kambing Etawa serta topeng yang berbentuk kepala kambing Etawa Kaligesing.

Tarian Incling Wedus ini merupakan contoh bahwa pelestarian kesenian dan kolaborasi terhadap warisan budaya kolonial Belanda masih dilestarikan hingga saat ini oleh para milenial desa Pandanrejo. Dari kolonial ke milenial.

Menparekraf Sandiaga menilai Desa Wisata Pandanrejo memiliki potensi yang tinggi sehingga harus dapat dimaksimalkan dengan memperkuat konten promosi desa. Sehingga akan lebih banyak wisatawan yang datang dan berkunjung dan menggerakkan ekonomi serta membuka lapangan kerja.

"Salah satu konten promosi yang efektif adalah melalui konten digital. Saya titip konten-konten yang ada dapat diperkuat dan diunggah ke sosial media," kata Sandi sebagaimana dimuat dalam situs Kemenparekraf yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Desa wisata Pandanrejo juga memiliki deretan potensi wisata lainnya. Daya tarik alam misalnya, terdapat Gunung Gajah dimana wisatawan dapat menikmati keindahan lima gunung di Pulau Jawa yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet melalui gardu pandang.

Di desa ini juga terdapat Bukit Sebutrong, bukit batu yang berbentuk menyerupai gajah. Ia tersusun dari batuan kristal (watu lintang) dan batuan kapur (watu gamping). Nama Sebutrong diambil dari kata “sebut rong” yang artinya banyak lubang. Hal ini dikarenakan bukit ini memiliki banyak lubang yang awalnya menjadi sarang landak.

Di sana pengunjung bisa melihat batu durian, mengecek ombak, melihat sunset dan sunrise serta menikmati suasana sejuk dengan balutan hutan pinus.

Di Desa Wisata Pandanrejo juga terdapat pasar kuliner Wiwit yang menyajikan berbagai produk-produk kuliner khas Desa Pandanrejo. Seperti dawet goreng, nasi bakar Gugah, nasi tumpeng Tiwul, dan lainnya. Juga produk kriya dari berbagai produk olahan kayu.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, menyampaikan rasa terima kasih atas terpilihnya Desa Wisata Pandanrejo masuk dalam jajaran 50 besar desa wisata terbaik ADWI 2021. Capaian ini diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain untuk juga menghadirkan desa wisata terbaik untuk dikunjungi wisatawan.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot