Korupsi di Kabupaten Probolinggo, Sri Mulyani: Korupsi adalah Musuh Utama dan Musuh Bersama

Aris Moza | Abdul Rohman - Minggu, 5 September 2021, 8:12 WIB

Menteri Keuangan RI, Sri MulyaniMenteri Keuangan RI, Sri Mulyani/Instagram: smindrawati

FIXJAKARTA.COM - Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati dan Mantan Bupati Probolinggo, Jawa Timur. Penangkapan itu berkaitan Jual beli jabatan di lingkungan kabupaten Probolinggo.

Sri Mulyani pun ikut mengomentari kasus korupsi yang dilakukan oleh sepasang suami Istri yang sama-sama pernah menjabat Bupati di Probolinggo.

Dalam akun media sosial Instagram pribadinya yang dikutip FIXJAKARTA.COM pada hari Sabtu, 4 September 2021, Sri Mulyani membeberkan sejumlah uang yang ditransfer dari APBN untuk Kabupaten Probolinggo yang selalu naik dari tahun sebelumnya. Namun, hal itu justru tidak diimbangi dengan perbaikan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Probolinggo seperti tingkat kemiskinan yang naik, kesehatan yang buruk, dan angka pengangguran yang tinggi.

"Jumlah Transfer Keuangan dari APBN ke Kabupaten Probolinggo sejak 2012-2021 mencapai Rp 15,2 Triliun. Dari Rp 959 miliar (2012) menjadi Rp 1,857 Triliun (2021). Total Dana Desa sejak 2015-2021 mencapai Rp 2,15 Triliun untuk 325 Desa. Masing-masing desa rata-rata mendapat Rp 291 juta (2015) naik 3,5 kali menjadi Rp 1,32 miliar (2021),” tulisnya.

"Anak usia dibawah 2 tahun yang mengalami kurang gizi (stunting) naik dari 21,99% (2015) menjadi 34,04% (2019), 3,5 anak dari 10 anak kurang gizi! Pengangguran terbuka naik dari 2,89% (2015) menjadi 4,86% (2021) Kemiskinan turun 20,98% (2015) menjadi 18,61% (2020). Hampir satu dari 5 penduduk masih miskin..! IPM 64,12% (2015) naik menjadi 66,07% (2020),” tandasnya.

Di akhir tulisannya, Sri Mulyani mengatakan bahwa "Korupsi adalah MUSUH UTAMA dan MUSUH BERSAMA dalam mencapai tujuan kemakmuran yang berkeadilan,” tutupnya. (aris)

Editor: Alfanny | Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot