Ikatan Gus-Gus Indonesia Dukung Gus Yahya Dalam Muktamar NU

Sukarno | Abdul Rohman - Minggu, 10 Oktober 2021, 15:13 WIB

Gus Yahya di Pesantren LirboyoGus Yahya di Pesantren Lirboyo/Istimewa

FIXJAKARTA.COM - Para kiai muda yang tergabung dalam Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI) menolak KH Said Aqil Siradj mencalonkan lagi menjadi ketua umum PBNU menjadi 3 periode. Hal ini disampaikan oleh Ketua IGGI KH Fahrur Rozi kepada wartawan.

“Kyai Said berhasil meneguhkan jati diri aswaja dan kemajuan dalam bidang pendidikan dengan pendirian universitas NU di seluruh Indonesia, serta kemajuan lainnya yang membuat NU disegani dan bisa menjadi penentu serta pengayom,” katanya seperti yang dikutip FIXJAKARTA.COM, Sabtu 9 Oktober 2021.

Namun, kata Rozi, PBNU perlu regenerasi kepemimpinan agar NU terus maju seiring perkembangan zaman. Pengasuh PP Annur Bululawang Malang ini juga menyampaikan sudah seharusnya setiap pemimpin menyadari bahwa masa kepemimpinannya terbatas dan diperlukan regenerasi untuk mempersiapkan kader muda.

"Kan, NU selalu mengklaim sebagai organisasi yang sudah transformatif dari fase tradisional menjadi modern. Ya, jabatan ketua umum tentu harus dibatasi," katanya.

Terkait pembatasan masa jabatan tersebut, Ketua umum PBNU saat ini KH. Said Aqil telah menjabat selama dua periode sejak 2010. Namun KH. Said Aqil berencana untuk maju yang ketiga kalinya dalam pemilihan mendatang.

Menurut Rozi, rencana majunya petahana KH Said Aqil yang sudah habis dua periode ini harus dibatasi agar sesuai dengan hasil keputusan Munas Konbes NU di kota Banjar pada Februari 2019.

"Jadi gus-gus muda ini sudah ketemu menginginkan bahwa ini banyak yang antre. KH. Said Aqil sudah bagus sukses 2 periode. Maka kami ingin yang baru lagi supaya tidak jenuh," imbuh pria yang juga menjabat Wakil Ketua PWNU Jatim.

IGGI mengharapkan tampil pemimpin muda NU dalam muktamar mendatang yang berkomitmen meneguhkan NU sebagai ormas Islam berfaham aswaja yang moderat, toleran, dan senantiasa memperkuat tiga ukhuwah, yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia).

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot