HUT Dasawarsa OJK Undang Gus Baha, Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Sampaikan Apresiasi

Alfanny - Sabtu, 20 November 2021, 17:27 WIB

HUT Dasawarsa OJK Undang Gus Baha, Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Sampaikan ApresiasiHUT Dasawarsa OJK Undang Gus Baha, Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Sampaikan Apresiasi/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.  Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-10 atau Satu Dasawarsa OJK (Otoritas Jasa Keuangan) pada Jumat 19 November 2021. Taj Yasin juga memberikan apresiasi karena OJK memperingati ulang tahunnya dengan menggelar Ceramah dan Doa Kebangsaan: "Merawat Persaudaraan Kebangsaan" yang mengundang KH Bahaudin Nur Salim yang akrab dipanggil Gus Baha. 

"Selamat ulang tahun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang ke-10. Semoga tambah sukses dan amanah. Saya juga ucapkan terimakasih kepada OJK yang selama ini memiliki kiprah dan andil dalam pengawasan keuangan khususnya di perbankan Indonesia," ujar Taj Yasin di akun facebooknya yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Dalam peringatan satu dasarwasa OJK yang dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Taj Yasin mengungkapkan bahwa dengan adanya OJK, kita bisa mengontrol perusahaan-perusahaan jasa keuangan khususnya seberapa besar kemampuan lembaga itu untuk mengelola keuangan khususnya terkait obligasi. 

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/pandangan-gus-baha-tentang-bentuk-was-was-simak-cara-menghindarinya/GrMqxvQZ6FzC2x3eH3SjZd

Sementara itu, dalam ceramahnya Gus Baha menjelaskan tentang keinginan dasar manusia adalah merasakan kedamaian dan saling bersaudara.

"Sebab konflik membutuhkan pemicu, sedangkan damai tidak membutuhkan pemicu," ujar Gus Baha sebagaimana dilansir situs NU Online. 

"Kepentingan berbangsa dan bernegara ada di atas kepentingan dan nafsu kita, para ulama juga sudah mengajarkan bagaimana agar kedamaian dapat diciptakan," lanjut Gus Baha.

Gus Baha kemudian melanjutkan bahwa setiap peran dan profesi yang mewarnai negara ini memiliki cara masing-masing dalam menjaga kedamaian dan keseimbangan hidup.

"Kalau polisi ya dengan menegakkan hukum, pakar ekonomi ya mengurusi urusannya, sedangkan versi ulama adalah mengajarkan untuk melihat dunia dengan sederhana yaitu merasa cukup," ungkap kiai muda asal Rembang tersebut.

Gus Baha memberikan analogi bahwa bila seorang manusia merasa cukup makan satu piring, maka tidak perlu menambah satu wadah besar.

"Apabila tidur di satu kamar sudah cukup, tidak perlu membeli kamar sebanyak seratus bilik," tambahnya.

"Bayangkan jika ada orang kaya mempunyai kamar seratus, apakah semua akan dijadikan tempat tidur bergantian masing-masing lima menit, yang timbul bukan malah kepuasan atau kedamaian," pungkas Gus Baha

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot