Hindari Penipuan Calo Perkara di Mahkamah Agung dengan Aplikasi Info Perkara

Soliha - Selasa, 19 Oktober 2021, 21:54 WIB

Hindari Penipuan Calo Perkara di MA dengan Aplikasi Info PerkaraHindari Penipuan Calo Perkara di MA dengan Aplikasi Info Perkara/Istimewa

FIXJAKARTA.COM. Bergulirnya reformasi birokrasi membuat lembaga negara berbenah diri. Tak terkecuali pada Mahkamah Agung (MA) yang gencar melakukan terobosan pembaruan peradilan. Salah satunya melalui keberadaan aplikasi info perkara Mahkamah Agung.

Aplikasi ini merupakan aplikasi online untuk mengetahui status dan informasi penting perkara yang sedang dalam tahap pemeriksaan baik kasasi, peninjauan kembali (PK) dan grasi di MA. Tujuan diadakannya aplikasi ini adalah untuk menghindari penipuan calo perkara bagi para pihak yang sedang berperkara di Mahkamah Agung.

Penggunaan aplikasi ini pun sangat mudah dan user friendly. Dengan mengetikkan kata kunci "info perkara Mahkamah Agung" di google, anda akan terhubung dengan situs kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara.

Setelah itu anda diminta mengisi kolom nomor perkara. Nomor perkara merupakan nomor register perkara yang dapat diketahui melalui surat yang diterima para pihak berupa surat relaas penerimaan berkas perkara dari Mahkamah Agung. Surat relaas ini berisi nomor perkara/kamar/tahun misalkan 1 K/Pdt/2021 yang merupakan contoh perkara kasasi perdata di Mahkamah Agung tahun 2021.

Selanjutnya pengguna diminta memilih jenis perkara berdasar jenis ruang Panitera Muda (Panmud) yang terdiri atas pid (pidana), pid.sus (pidana khusus), pdt (perdata), pdt.sus (perdata khusus), agama, TUN ( Tata Usaha Negara), militer (pidana militer). Setelah itu pengguna diminta mengisi pengadilan asal atau pengaju perkara atau nama kota pengadilan pengaju.

Kemudian pengguna diminta mengisi kolom untuk memilih ketersediaan putusan apakah menginginkan tersedianya putusan (apabila sudah putus) atau tidak. Setelah itu pengguna diminta mengisi nama pihak terkait perkara.  Apakah itu nama terdakwa, atau jaksa untuk perkara pidana, pidana khusus  dan pidana militer atau nama pemohon untuk perkara perdata, agama, TUN atau perdata khusus

Terakhir pengguna diminta mengisi nomor surat pengantar yang merupakan Surat Pengantar Berkas dari Pengadilan pengaju ke Mahkamah Agung. Namun untuk kolom Surat Pengantar ini dapat dikosongkan.

Dari aplikasi ini dapat diketahui status berkas perkara saat ini. Apakah masih dalam tahap pemeriksaan tim, sudah putus atau sudah dikirim ke pengadilan pengaju. Melalui akses aplikasi ini juga dapat diketahui nama-nama hakim yang sedang menangani perkara tersebut, berikut panitera penggantinya.

Tanggal putusnya perkara, amar putusan serta tanggal pengiriman berkas perkara ke pengadilan pengaju dan informasi lainnya juga dapat diketahui dengan aplikasi info perkara ini.

Melalui aplikasi info perkara ini diharapkan para pihak tidak mengalami penipuan yang dilakukan oknum calo perkara. Dengan aplikasi ini para pihak dapat memantau kasus mereka bahkan untuk mendownload putusan.

Sedangkan untuk informasi pemeriksaan perkara di pengadilan tingkat pertama dan kedua, terdapat aplikasi  Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Aplikasi ini terdapat di semua pengadilan baik itu pengadilan negeri, pengadilan agama, pengadilan tata usaha negara dan pengadilan militer.

Mengingat saat ini MA tengah gencar dengan semboyan "one day publish" yang merupakan upaya upload amar putusan pada hari yang sama pembacaan putusan sidang di MA. Hal ini bertujuan guna meningkatkan rasa kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. (Slh/diolah dari berbagai sumber)

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot