Herd Immunity Sulit Tercapai, Puan Maharani Ajak Masyarakat Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Alfanny - Kamis, 26 Agustus 2021, 13:38 WIB

Ketua DPR RI Puan MaharaniKetua DPR RI Puan Maharani/Istimewa

FIXJAKARTA.COM. Prediksi para ahli yang menyebut bahwa herd immunity (kekebalan kelompok) akan sulit tercapai karena Covid-19 terus bermutasi tidak ditanggapi kekhawatiran berlebihan oleh Ketua DPR Puan Maharani. 

Puan Maharani mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai terbiasa hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya berharap masyarakat akan terus terbiasa hidup bersama protokol kesehatan dalam menghadapi virus Covid-19 yang diprediksi akan ada di tengah-tengah kita untuk waktu lama,” kata Puan di Jakarta, Kamis 26 Agustus 2021 dalam rilis yang diterima FIXJAKARTA.COM. 

Sejumlah guru besar epidemiologi menyebut herd immunity sulit terwujud, sekalipun vaksinasi terus digencarkan sesuai target. Hal tersebut karena terjadinya mutasi-mutasi virus Corona yang menyebabkan tingkat kemanjuran vaksin (efikasi) semakin menurun.

Munculnya varian delta bahkan disebut akan menurunkan efikasi vaksin Pfizer dan Moderna dari angka 90-an persen menjadi sekitar 60-70 persen. Padahal, kata Puan, terjadinya herd immunity dipengaruhi oleh efikasi vaksin dan jumlah penduduk yang telah divaksin secara lengkap.

“Apalagi mutasi-mutasi virus Covid terus terjadi, termasuk yang baru saja teridentifikasi munculnya varian baru Corona, yakni varian lambda,” tutur mantan Menko PMK ini.

Meski begitu, Puan menyebut bukan berarti vaksinasi Covid tidak efektif untuk dilakukan. Hanya saja, ia meminta masyarakat menyiapkan diri apabila Covid-19 berubah statusnya dari pandemi menjadi endemi.

“Vaksin memang tidak akan membuat tubuh kebal dari virus. Tapi dengan  vaksin, tingkat risiko menjadi lebih kecil saat kita terpapar Covid-19,” jelas Puan.

Puan menambahkan vaksin sebagai bentuk perlindungan komunal (herd protection), mulai dari keluarga sampai komunitas, termasuk di dalamnya orang-orang yang memiliki komorbid dan tidak bisa mendapat vaksin.  

“Dengan mendapatkan vaksin, harapannya tubuh memiliki antibodi untuk melawan virus ini sehingga semakin sedikit orang yang terpapar Covid, yang artinya semakin sedikit pula kemungkinan penularan terjadi kepada mereka yang berada dalam kategori rentan,” sebutnya.

Terlepas dari itu, upaya pencegahan penularan dinilai menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Puan mengatakan, pencegahan penyebaran virus Covid-19 membutuhkan peran dari masyarakat itu sendiri.

“Karena seberapa pun keras upaya pemerintah menangani Covid-19, tidak akan bisa maksimal tanpa dibarengi kesadaran dari masyarakat untuk hidup dengan pola yang dibutuhkan di era Corona,” tuturnya.

Puan mengajak masyarakat agar selalu optmistis dan tak perlu takut walau Covid-19 akan terus ada di tengah-tengah kehidupan manusia.

“Jangan kendorkan prokes. Selalu gunakan masker saat berada di luar rumah. Sering-seringlah mencuci tangan dan jaga jarak untuk menghindari terjadinya penularan virus,” imbau Puan.

Di sisi lain, Puan juga terus mendorong agar pemerintah menyiapkan infrastruktur ketahanan kesehatan dalam menghadapi Covid-19 yang berkepanjangan. Kesiapan infrastruktur dinilai akan mempermudah dalam menghadapi penyakit yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

“Yang paling penting, kita harus selalu bergotong royong dalam menghadapi Covid-19. Saya yakin, aktivitas juga perlahan akan kembali normal jika kita sudah sama-sama memahami bagaimana cara hidup dalam menghadapi Corona,” pungkasnya.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot