Haul Ke-12 Gus Dur, Mahfud MD: Gus Dur Dipilih Sebagai Penyeimbang, Dilengserkan Secara Tidak Sah

Sukarno | Abdul Rohman - Senin, 23 Agustus 2021, 16:20 WIB

Sesaat Setelah Prosesi Pelantikan Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid, Bersama Wakilnya, Megawati SoekarnoputriSesaat Setelah Prosesi Pelantikan Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid, Bersama Wakilnya, Megawati Soekarnoputri/gusdur.net

FIXJAKARTA.COM - Dalam acara haul ke-12 Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bercerita tentang presiden yang akrab disapa Gus Dur tersebut.

Menko Mahfud menyebut terpilihnya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur jadi Presiden ke-4 RI sebagai bukti Indonesia bukan negera ektremisme, baik ekstrem merah maupun hijau. Ekstrem yang dimaksud adalah terkait pemilihan presiden pada 1999 yang diperebutkan oleh massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mendukung Megawati Soekarnoputri dan kelompok partai Islam yang mendukung BJ Habibie.

"Dulu aliran politik kita ingat ada kelompok PDIP yang sangat keras mendukung, yang jadi Presiden itu harus Mbak Mega, kenapa? Karena dia menang Pemilu, bayangkan 34 persen ya waktu itu, yang lain di bawah 25 lah, kecil-kecil, PDIP 34 persen, mau lihat kursi atau suaranya, 36 persen kalau suaranya, kursinya 34 persen," ucapnya.

Namun keinginan PDIP itu dihalangi oleh partai-partai Islam yang menginginkan Habibie menjabat sebagai Presiden RI. Saat itulah, kata dia, terjadi kondisi yang memanas di Indonesia lantaran kedua pihak saling memberi ancaman akan mengacaukan Jakarta.

Massa PDIP mengklaim akan memerahkan Jakarta dengan 1,5 juta orang jika Megawati tak terpilih menjadi presiden. Sementara, pendiri Partai Bulan Bintang (PBB) Abdul Qadir Jaelani yang merespons hal tersebut juga mengancam akan menghijaukan Jakarta dengan massa berjumlah tiga juta. 

"Waktu itu menjadi kekhawatiran, mau Mbak Mega atau Habibie, ini, bangsa ini akan mengalami luka yang parah. Di situlah, Gus Dur muncul, 'kalau begitu jalan tengahnya ke Gus Dur'," ujar Mahfud.

Namun saat itu, Gus Dur justru terpilih karena dianggap sosok yang paling tepat.

"Gus Dur akhirnya yang dipilih. Nah di sini terlihat, orang itu tidak suka dengan yang terlalu ekstrem merah, terlalu ekstrem hijau," ujar Mahfud pada acara haul Gus Dur di DPP PKB yang disiarkan kanal Youtube NU Channel, Minggu 22 Agustus 2021.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot