Harus Percaya Diri, Menag Yaqut Sebut Santri Bisa Jadi Bupati, Menteri, Wakil Presiden dan Presiden

Alfanny - Kamis, 21 Oktober 2021, 7:28 WIB

Harus Percaya Diri, Menag Sebut Santri Bisa Jadi Bupati, Menteri dan PresidenHarus Percaya Diri, Menag Sebut Santri Bisa Jadi Bupati, Menteri dan Presiden/Istimewa

FIXJAKARTA.COM. Ketika memberikan sambutan pada Pagelaran Wayang bertajuk Semar Bangun Pesantren di Asrama Haji Pondok Gede pada Rabu 20 Oktober 2021, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa santri harus percaya diri karena berbekal latar belakang santri, sudah terbukti santri bisa jadi bupati, menteri, wakil presiden dan presiden. 

"Santri harus percaya diri. Karena, Santri bisa jadi presiden, wakil presiden, menteri, bupati, dan bisa jadi apa saja. Selamat hari santri, semoga benar-benar menjadi inspirasi," ujar Menag Yaqut.

Hal senada disampaikan Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani.   Ali Ramdhani berharap para santri di seluruh penjuru Indonesia dapat mengambil pesan dan nilai tradisi wayang. 

"Santri harus menampilkan wajah-wajah yang ramah, tidak mengejek, dan dapat menampilkan nilai-nilai rahmatan lil alamin," tambah Ali Ramdhani.

Pertama Kalinya Pagelaran Wayang di Kementerian Agama

Sementara itu ada yang berbeda dengan peringatan Hari Santri yang digelar Kementerian Agama pada tahun 2021 ini yaitu dengan menampilkan pagelaran wayang untuk pertama kalinya dengan dalang Ki Gondong Al-Frustasi, sinden Agnes Sefronzo, dan pelawak Marwoto.

"Dalang Ki Gondong Al-Frustasi ini, Saya temukan di daerah Rembang. Ia bersemayam di tengah hutan, dalang muda, yang memiliki talenta yang tidak banyak kita temukan sekarang," kata Menag Yaqut.

Menag Yaqut berharap gelaran wayang malam ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda, bahwa Indonesia memiliki budaya, nilai-nilai tradisi, dan nilai-nilai keagamaan yang selalu membimbing masyarakat dan perlu dilestarikan. 

Sementara itu Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa dalam menyemarakkan hari santri, malam ini Kementerian Agama mengadakan pagelaran wayang untuk memberikan pesan bahwa nilai-nilai keagamaan bisa disampaikan melalui medium kebudayaan. 

"Agama, dakwah, dan budaya sebagai satu nafas dalam membangun peradaban. Agama lebih manusiawi dengan tampilan kearifan lokal," kata Ali Ramdhani.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot