Hari Ini, 21 Tahun Lalu Soeharto Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

Sukarno | Abdul Rohman - Selasa, 3 Agustus 2021, 18:12 WIB

Mantan Presiden RI, SoehartoMantan Presiden RI, Soeharto/soeharto.co

FIXJAKARTA.COM - Soeharto dikenal sebagai Presiden yang paling korup di dunia, mengalahkan Ferdinand Marcos, mantan Presiden Filipina dan Mobotu Sese Seko, mantan Presiden Zaire. Menurut majalah Time, estimasi jumlah nominal yang dikorupsi oleh Soeharto berkisar di $15 miliar sampai $35 miliar.

Pada hari ini, tepat 21 tahun lalu, tanggal 3 Agustus tahun 2000 Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi lewat 7 buah yayasan yang diketuainya.

Adapun 7 yayasan itu yakni Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, dan Yayasan Trikora.

Melalui penyidikan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung, hasilnya terhimpun berkas setebal 2.000-an halaman yang berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli serta ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk Kejaksaan Agung sejak tahun 1999.

Dalam berkas-berkas tersebut, terbukti uang negara Rp400 miliar yang berasal dari pos Dana Reboisasi Departemen Kehutanan dan pos bantuan presiden mengalir ke Yayasan Dana Mandiri antara tahun 1996 dan 1998.

Terungkap juga, bahwa Menteri Negara Kependudukan dan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Haryono Suyono mengalihkan dana untuk yayasan. Disaat yang sama dia masih menjadi wakil ketua di Dana Mandiri.

Dari data dalam berkas Soeharto, tercatat Bob Hasan paling besar merugikan keuangan negara, dengan dugaan korupsi hingga mencapai Rp 3,3 triliun. Informasi ini terungkap dari pengakuan Sekretaris Yayasan Supersemar Ali Affandi pada saat diperiksa sebagai saksi kasus korupsi tersebut.

Ali mengungkap beberapa yayasan seperti Yayasan Supersemar, Dakab, dan Dharmais memiliki saham di 27 perusahaan Grup Nusamba milik Bob Hasan. Sebagian saham itu atas nama Bob Hasan pribadi, bukan yayasan.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot