Harga Anjlok, Ganjar Instruksikan ASN Borong Cabai

Alfanny - Sabtu, 28 Agustus 2021, 8:13 WIB

ASN borong cabaiASN borong cabai/@Jateng_twit

FIXJAKARTA.COM.  Anjloknya harga cabai hingga hanya sekitar Rp. 7000 per kilogram direspon oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menginstruksikan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemrov Jateng memborong cabai petani. 


Sebagaimana dilansir akun @Jateng_Twit yang dikutip FIXJAKARTA.COM, asisten ekonomi dan pembangunan (Asekbang) Setda Provinsi Jateng, Peni Rahayu mengatakan, pihaknya langsung bergerak melakukan pembelian cabai.

"Kemarin Kamis kami langsung beli. Sudah ada 810 kilogram cabai yang kami beli dan akan terus berjalan," ujar Peni pada Jumat 27 Agustus 2021. 

"Total sampai hari ini, sudah ada sekitar 1,1 ton cabai yang telah dibeli dari petani," tambahnya. 

Menurut Peni, cabai yang dibeli dari petani itu dibagi menjadi paket-paket kecil.

"Satu paket berisi 1 kg cabai keriting dan 1 kg cabai rawit merah dijual seharga Rp20.000," jelasnya. 

Selain ASN di lingkungan Provinsi Jateng, Peni juga mengatakan aksi borong cabai dari petani juga akan dilakukan oleh ASN di daerah. Pj Sekda Jateng lanjut dia sudah mengeluarkan surat himbauan kepada Bupati/Wali Kota terkait hal itu.

"Pak Sekda sudah mengeluarkan surat ke Bupati/Wali Kota terkait himbauan membeli cabai dari petani ini. Untuk Pemprov Jateng, pembelian cabai dari petani akan dikoordinasikan oleh Distanbun dan Dishanpan," jelas Peni. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa aksi memborong cabai merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para petani cabai. 

"Tindakan cepat dibutuhkan untuk membantu para petani agar tidak merugi. Hari ini kita semua harus membantu petani, karena harga cabai sedang anjlok. Saya minta kawan-kawan ASN beli cabai dari petani ramai-ramai, untuk membantu mereka," katanya.

Aksi mengerahkan ASN membeli produk pertanian saat harga anjlok lanjut Ganjar sudah sering dilakukan di Jawa Tengah. ASN di Jateng lanjut dia sudah terbiasa dengan hal itu.

Meski begitu, Ganjar mengatakan harus ada tindakan jangka panjang agar kejadian serupa tak berlarut. Ia meminta semua pihak termasuk Bank Indonesia membantu.

"Di sini saya lihat ada dari BI, saya harap BI juga bisa membantu mengatasi persoalan ini. Sebab bicara soal komoditas pertanian, banyak makelarnya yang mengambil untung terlalu banyak, ini yang harus diatasi," pungkas Ganjar. 

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot