Halaqah Internasional Ansor Jatim, Gus Nadir: Islam Rahmah Harus Bisa Menginspirasi Dunia

Alfanny - Selasa, 24 Agustus 2021, 9:27 WIB

Halaqah Internasional PW GP Ansor JatimHalaqah Internasional PW GP Ansor Jatim/Pribadi

FIXJAKARTA.COM.  Tantangan terberat umat Islam hari ini adalah munculnya gerakan Islam transnasional yang membawa agenda-agenda politik kekuasaan.

"Tantangan tersebut harus kita hadapi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang semakin canggih. Islam Rahmah yang kita usung harus bisa menginspirasi dunia," ujar Prof. Dr. Nadirsyah Hosen dalam Halaqah Internasional yang diselenggarakan PW GP Ansor Jawa Timur pada Senin 23 Agustus 2021. 

Gus Nadir, panggilan akrab Nadirsyah Hosen menambahkan bahwa kader Ansor harus mempunyai  kecakapan-kecakapan baru dalam mendakwahkan Islam moderat,

"Khususnya di bidang teknologi dan penyampaian khazanah keilmuan dalam bahasa internasional," tandas Gus Nadir. 

Halaqoh Internasional yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jawa Timur tersebut bertema "Penguatan Gerakan Jamiyah Menghadapi Tantangan Masyarakat Global". 

Halaqoh yang dilakukan secara Hybrid dengan titik lokasi utama di Aula Lantai 3 Kantor PW GP Ansor Jawa Timur diikuti melalui zoom meeting dan beberapa akun youtube. 

Hadir sebagai Narasumber pada Halaqah Internasional adalah Sahabat Adung Abdurrahman selaku Sekjen PP GP Ansor yang hadir secara virtual mewakili Ketua Umum Gus Yaqut Cholil Coumas, Prof. Dr. KH. Nadirsyah Hosen selaku Rois Suriyah PCI NU Australia-New Zealand, M. Rodlin Billah Selaku Ketua PCI NU Jerman dan Gus H. Syafiq Syauqi selaku Ketua PW GP Ansor Jawa Timur. 

Agenda yang dipandu oleh Gus Rijal Mumazziq tersebut diawali oleh sambutan pembuka dari Pimpinan Pusat GP Ansor yang disampaikan oleh Sahabat Adung Abdurrahman. 

Dalam sambutannya, Sekjen PP GP Ansor tersebut menyampaikan bahwa pandemi telah membuat masyarakat global harus adaptif dengan budaya hidup baru. 

"Masyarakat sudah terbiasa dan dibiasakan untuk hidup dengan protokol kesehatan.  Belajar secara virtual, bekerja secara virtual, ngaji secara virtual," ujar Adung. 

Perubahan ini menurutnya harus direspon dengan adaptasi, termasuk beradaptasi dalam cara kita berkhidmah kepada umat.

"Dalam tatanan masyarakat global, kader Rijalul Ansor dan Kader Ansor harus terus mendakwahkan Humanitarian Islam, Islam untuk Kemanusiaan, Islam Ahlussunnah wal Jama'ah kepada masyarakat luas secara global," terang Sahabat Adung. 

Ketua PCI NU Jerman M. Rodlin Billah sebagai pemateri selanjutanya menyatakan perlunya Nahdliyin utamanya kader Ansor untuk memahami cara kerja media sosial.   Menurutnya Media sosial menyajikan begitu banyak informasi, tidak ada benar dan salah dalam dunia media sosial. Ada banyak algoritma di media sosial yang  dapat mengklaster informasi yang akan kita baca, disesuaikan dengan kecenderungan kita.

"Hari ini, kita bukanlah konsumen yang menikmati produk dari media sosial. Justru kita adalah produk yang dijual oleh media sosial. Setiap orang memiliki akses terhadap setiap informasi. Maka menjadi penting untuk melakukan digitalisasi khazanah keilmuan pesantren untuk disajikan di dunia digital" terangnya. 

M. Rodlin Billah kemudian secara optimis menyebut bahwa kolaborasi diaspora nahdliyyin di seluruh dunia lintas potensi merupakan potensi besar yang perlu diambil manfaatnya bagi kemajuan jamiyah. 

Ketua PW GP Ansor Jatim Syafiq Syauqi yang menjadi pemateri terakhir memberikan beberapa feedback atas paparan dari narasumber sebelumnya. 

Gus Syafiq Syauqi yang merupakan alumni  Sarjana di Suriah itu menyebut bahwa era globalisasi adalah momentum besar agar misi Humanitarian Islam atau Moderasi Islam yang dicetuskan oleh GP Ansor di Tambak Beras menjadi nilai yang layak untuk diekspor sebagai sumbangsih untuk membangun peradaban.|

Paham Islam moderat yang selama ini dipegang teguh di Nusantara disebutnya telah terbukti mampu menjaga persatuan dan perdamaian di negara yang berisi ratusan suku dan budaya.

"Nilai-nilai luhur yang diwarisi oleh Nahdlatul Ulama adalah nilai-nilai yang akan menjadi solusi atas problem peradaban dunia. Kita harus menjadi penyebar gagasan dan nilai-nilai luhur tersebut melalui penguasaan teknologi dan media sosial" Jelas Gus Syafiq. 

Untuk memperkuat misi tersebut, Penguatan literasi digital di kalangan kader menjadi fokus garapan PW GP Ansor.

"Jumlah kader kita ratusan ribu, tapi follower di akun PW Ansor baru berjumlah 14 ribu, ini sesuatu yang tidak boleh terjadi. Dan kami PW GP Ansor Jawa Timur akan menyelenggarakan madrasah digital sebagai jawaban atas problem literasi digital kader Ansor" pungkasnya.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot