Gus Muhaimin Kunjungi Vaksinasi Terbesar Aceh di Dayah (Pesantren) Mudi Masjid Raya Samalanga Bireun

Alfanny - Rabu, 27 Oktober 2021, 10:44 WIB

Gus Muhaimin Kunjungi Vaksinasi Terbesar Aceh di Dayah (Pesantren) Mudi Masjid Raya Samalanga BireunGus Muhaimin Kunjungi Vaksinasi Terbesar Aceh di Dayah (Pesantren) Mudi Masjid Raya Samalanga Bireun/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.  Dalam kunjungannya ke Aceh, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menyampaikan apresiasi kepada Dayah (Pesantren) Mudi Masjid Raya Samalanga Bireun yang melaksanakan vaksinasi dan merupakan vaksinasi terbesar di Aceh sampai saat ini. 

"Hari ini kami melakukan vaksinasi massal kepada 2.609 orang guru dan santri, sebagai ikhtiar untuk mengatasi pandemi Covid-19 hingga hari ini masih menjadi perhatian khusus kita semua,” ujar Abah Sayed Mahidin mewakili pimpinan Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga sebagaimana dilansir situs PKB yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Dayah Mudi Mesjid Raya adalah dayah tertua di Aceh dan sekarang ini merupakan dayah terbesar, dengan jumlah santri 4.280 orang, diasuh oleh 1.200 guru dengan jumlah cabang yang aktif sekarang ini ada 213 cabang tersebar di Aceh dan luar Aceh. 

Gus Muhaimin panggilan akrab Muhaimin Iskandar menegaskan akan konsiten memperjuangkan pesantren dan kaum santri. Menurut Gus Muhaimin, pesantren dan kaum santri sudah sepatutnya diperjuangkan karena mereka berperan besar dalam lika-liku perjalanan bangsa Indonesia sejak pra kemerdekaan hingga saat ini.

“Mohon doa mohon dukungan perjuangan kami melahirkan kekuatan santri sebagai ujung tombak kemajuan bangsa diikuti ikhtiar-ikhtiar pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan pesantren, dayah-dayah kita di seluruh tanah air,” kata Gus Muhaimin.

Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Masyarakat (Korkesra) ini berkomitmen untuk terus memperjuangkan kaum santri dan pesantren agar semakin berdaya dan membawa maslahah bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga dunia.

“Tekad kami adalah menjadikan santri kekuatan terdepan bagi kemajuan bangsa. Kita tahu guru dan ustad di pesantren-pesantren, dayah-dayah masih penuh keprihatinan dalam memberikan pelayanan kepada santri. Oleh karena itu, dengan UU pesantren, Perpres Dana Abadi Pesantren dan ikhtiar insyaallah kesejahteraan mereka bisa menjadi lebih baik,” tukas Gus Muhaimin.

Meski demikian, lanjut Gus Muhaimin, memperjuangkan kaum santri dan pesantren bukanlah perkara mudah. Dia mengakui banyak pihak yang tidak sepenuhnya yakin dan percaya pesantren bisa menjadi ujung tombak kemajuan bangsa.

“Tapi saat ini terbukti. (Saat) semua sekolah tidak berdaya akibat pandemi, pembelajaran jarak jauh tidak efektif, pengajaran berhenti, bahkan sekolah negeri banyak libur, alhamdulillah satu-satunya lembaga pendidikan yang tetap hidup dan selamat adalah pesantren dan dayah-dayah di berbagai belahan nusantara,” tukas Gus Muhaimin bangga.


Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot