Gus Baha: Masyarakat Harus Saling Memaafkan

Alfanny - Selasa, 8 Juni 2021, 10:38 WIB

Gus BahaGus Baha/Istimewa

FIXJAKARTA.COM. Masyarakat yang hidup berdampingan dengan keberagaman adalah realitas sosial yang sudah ada sejak dahulu. Untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat yang beragam ini, harus ada sikap saling memaafkan dan saling bertoleransi.

Hal itu disampaikan KH Bahaudin Nur Salim dalam tausiyah acara Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI yang diadakan secara virtual pada Senin 7 Juni 2021. Kyai yang akrab disapa Gus Baha ini menyampaikan tausiyahnya secara virtual dari Aula Ponpes Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengamalan Ilmu Al-Quran (LP3iA), Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.   

Menurut Gus Baha, banyak cerita zaman ulama terdahulu yang menunjukkan teladan ulama dalam hidup bertoleransi di tengah keberagaman masyarakat.

“Nabi Ibrahim sempat ditegur oleh Allah memberi makan orang Majusi yang sedang kelaparan dengan satu syarat, yaitu mau beriman kepada Allah. Namun orang Majusi tersebut keberatan dan menjadikan Nabi Ibrahim urung memberikan makanan. Lantas Allah menegurnya," ungkap Gus Baha.

“Nabi Ibrahim ditegur oleh Allah karena Allah saja memberi makan orang Majusi itu selama puluhan tahun, padahal dia tidak beriman. Lantas akhirnya Nabi Ibrahim memanggil orang Majusi tersebut untuk diberi makan,” Gus Baha mengisahkan sebagaimana dikutip FIXJAKARTA.COM dari website Kemenag RI.  

Gus Baha mengatakan, begitu banyaknya keteladanan Nabi dan ulama zaman dahulu ini harus menjadi ibrah (pelajaran) bagi umat Islam untuk saling memaafkan antar teman, tetangga, dan antar warga Indonesia.   

Acara ini diikuti oleh semua perwakilan DWP seluruh Indonesia. Turut memberikan sambutan, Penasihat DWP Kemenag RI, Eny Retno Yaqut dan Ketua DWP Kemenag RI, Farikhah Nizar Ali.   

Eny Retno menyampaikan, DWP Kementerian Agama harus ikut berperan dalam penguatan moderasi beragama di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang sangat multikultural.

“Kita lihat akhir-akhir ini sudah menurun budaya kasih sayang dan saling toleransi. Tugas kita adalah mampu mengelola keberagaman demi persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Eny. (Alf/Diolah dari kemenag.go.id)



Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot