Gugurnya Nakes di Papua oleh KKB, Veronica Koman Berdalih Perlu Investigasi Lanjutan

Alfanny - Minggu, 19 September 2021, 8:24 WIB

Veronica KomanVeronica Koman/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.  Walaupun sejumlah saksi mata sudah mengungkapkan adanya kekerasan seksual dan pelecehan dalam kasus gugurnya perawat dalam aksi teror KKB di Pegunungan Bintang Papua seminggu lalu, namun aktivis Veronica Koman berdalih masih diperlukan investigasi lanjutan untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

"Pembakaran, penyerangan, dan pembunuhan itu betul ada. Pelaku juga betul OPM karena mereka sendiri juga sudah mengakui.   Yang saya bilang perlu diinvestigasi lebih lanjut itu kronologi kejadian, karena saat ini muncul 2 versi berbeda," ujar Veronica di akun twitternya @VeronicaKoman pada Minggu 19 September 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Menurut Veronica, investigasi kronologi bukan untuk membenarkan aksi kekerasan tersebut, tapi untuk merekam skala kegawatan.

"Apakah betul kekerasan seksual digunakan sebagai senjata dalam konflik? Apakah ada pemantik serangan (klaim OPM) atau ujug-ujug? Apakah meninggal karena kecelakaan (klaim OPM) atau memang dibunuh?" sambungnya. 

Di sisi lain, Veronica juga meminta OPM (Organisasi Papua Merdeka) untuk memahami dan menghargai hukum humaniter internasional

"Menyerang petugas dan fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional, yang berlaku dalam situasi konflik bersenjata di Papua Barat. Oleh karena itu saya menyerukan kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku," tandas Veronica di akun twitternya pada Sabtu 18 September 2021. 


Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot