Grand Desain Olahraga Nasional, Olimpiade Sebagai Sasaran Utama

Dwi Saputro Nugroho - Jumat, 6 Agustus 2021, 16:07 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin AmaliMenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali

FIXJAKARTA.COM - Indonesia berhasil mendapatkan lima medali di Olimpiade 2020 yang digelar di Tokyo, Jepang. Medali emas dan perunggu didapat dari cabang olahraga bulutangkis. Lalu, cabang angkat basi menyumbangkan 1 medali perak dan 2 medali perunggu.

Bulutangkis dan angkat besi seperti diketahui selalu diandalkan untuk meraih medali di Olimpiade. Namun, mulai Olimpiade 2024 di Paris, Prancis, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan dua cabang tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan pemerintah akan menjadikan Desain Besar Olahraga Nasional sebagai landasan membina atlet dalam mengarungi berbagai kompetisi. Salah satu muatan dari Desain Besar Olahraga Nasional ialah menjadikan Olimpiade sebagai tujuan pembinaan.

“Tidak boleh hanya mengandalkan satu atau dua cabor dan Olimpiade harus menjadi sasaran utama,” kata Zainudin.

"Untuk olimpiade ini ada perubahan paradigma, karena kita sudah menyiapkan Grand Desain Olahraga Nasional (GDON), dan olimpiade sebagai sasaran utama. Dalam desain besar olahraga nasional, kita merubah paradigma itu. Cara kita melihat ini juga berubah. GDON ini belum dimulai, sedang menunggu payung hukum. Menempatkan peringkat sebagai ukuran prestasi," ujar Amali.

Menurut Menpora, sebelumnya target kita adalah perolehan medali, maka kini diubah dengan menempatkan targetnya adalah peringkat, bukan perolehan medali. Zainudin menekankan, pemerintah tidak akan menjadikan satu cabang sebagai anak emas dan akan menaruh setiap cabang dalam level yang sama.

Dalam Desain Besar Olahraga Nasional, pembinaan dilakukan di antaranya dengan mencari potensi atlet sejak usia sekolah dasar. Selain itu, melakukan pembinaan minimal 10 tahun hingga atlet bisa berprestasi. 

“Kita sudah punya blue print dan sekarang sedang disusun perpresnya,” kata Zainudin.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot