Gowes Kemerdekaan dan Ziarah, Napak Tilas Perjuangan Perjuangan Nyimas Utari

Alfanny - Selasa, 17 Agustus 2021, 21:30 WIB

Gowes dan Ziarah KemerdekaanGowes dan Ziarah Kemerdekaan/Pribadi

FIXJAKARTA.COM.   Cara berbeda merayakan peringatan kemerdekaan RI ke-76 dilakukan sejumlah komunitas di Jabodetabek yaitu dengan melakukan "Gowes Kemerdekaan" dan menziarahi makam seorang pejuang perempuan Nyimas Utari yang juga dikenal sebagai legenda intelejen perempuan pada masa kekuasaan VOC.

Gowes Kemerdekaan tersebut dimotori oleh Komunitas Sepeda Onthel, Gabungan Sepeda Lawas (Gasela) dan diikuti Komunitas Padepokan Sunan Kalijaga yang dipimpin Kyai Syarif Rahmat, SQ sekaligus pembina Gasela dan Komunitas Sarkub (Sarjana Kuburan) Kota Depok yang dibina oleh KH Ahmad Bukhori (Mbah Mad). 

Gowes Kemerdekaan mengambil rute dari ex Karno's Film di Harjamukti menyusuri Cikeas hingga ke Leuwinanggung dan di akhiri di Maqam Nyimas Utari Sandi Jaya Ningsih di daerah Tapos, Kota Depok. 

"Nyimas Utari adalah contoh bagaimana seorang putri raja yang kaya raya rela meninggalkan semua gelar bangsawannya dan kemewahan dunia serta kenyamanan hidup demi sebuah perjuangan yang akan dinikmati hasilnya oleh generasi-generasi berikutnya," ujar Pengasuh Komunitas Padepokan Sunan Kalijaga KH Syarif Rahmat pada Selasa 17 Agustus 2021 kepada reporter FIXJAKARTA.COM. 

Menurut KH Syarif Rahmat, hal ini karena beliau menyadari bahwa bukan jabatan/gelar atau keturunan/nasab yang menyebabkan seseorang mulia, tapi tingkat ketaqwaannya di hadapan Tuhan. 

Sementara Ketua Komunitas Sarkub Kota Depok Hafied mengatakan bahwa Nyimas Utari Sandi Jaya Ningsih adalah legenda intelijen perempuan tingkat dunia.

"Dengan keberaniannya menyamar sebagai seniman panggung memanfaatkan keahlian dalam menyanyi dan menari tradisi, Nyimas Utari dan tim berhasil menyusup dan membunuh Gubernur Jenderal VOC saat itu yaitu Jan Pieter Zoen Coen," papar Hafied. 

Akibat keberaniannya tersebut, Nyimas Utari terluka dan akhirnya syahid sebagai Kusuma Bangsa.

"Kerelaannya untuk mengorbankan masa mudanya dan bahkan nyawanya, demi kemerdekaan bangsa ini wajib kita hargai dan sudah seharusnyalah beliau  dianugerahi gelar Pahlawan Nasional," tandas Hafied. 

Gowes KemerdekaanGowes Kemerdekaan/Pribadi



Dalam kesempatan itu peserta mengadakan tahlil doa lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Gugur Bunga serta Ziarah Tabur Bunga di Makam Pejuang Perempuan Indonesia, Nyimas Utari Sandi Jaya Ningsih.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot