Gereja Kristen Pasundan Kampung Tengah Jaktim Membuka Diri Untuk Isoman

Sukarno | Abdul Rohman - Rabu, 14 Juli 2021, 15:27 WIB

Ilustrasi Suatu Sudut GerejaIlustrasi Suatu Sudut Gereja/pixabay.com

FIXJAKARTA.COM - Sejak dua minggu lalu Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jemaat Kampung Tengah, menjadikan rumah pastori sebagai tempat isolasi mandiri (isoman), tidak hanya bagi jemaat tetapi juga masyarakat sekitar.

Gereja yang berlokasi di Gang Eka Dharma, RT 01/RW 08 No. 42 Kel. Tengah, Kec. Kramat Jati, Jakarta Timur ini menjadi tempat isoman karena banyaknya warga di sekitar gereja yang terpapar Covid-19, namun sayangnya tidak semua memiliki rumah yang layak untuk isoman.

Melansir dari situs pgi.or.id, fasilitas Rumah pastori GKP Jemaat Kampung Tengah memiliki dua kamar tidur, serta perlengkapan dapur yang layak digunakan oleh keluarga kecil.

“Selama ini gereja memang selalu mendukung kegiatan lingkungan, tapi saat melihat begitu banyaknya warga yang terpapar sementara kondisi rumah mereka tidak memadai untuk isoman, akhirnya majelis sepakat untuk memakai rumah pastori yang kebetulan kosong. Kami merasa ini adalah saat yang tepat untuk kembali berbagi tanpa harus melihat latar belakang suku, agama, ras dan sebagainya,” ujar Penatua (Pnt) Yuli Harti Utami Baiin selaku Ketua 1 Bidang Pelayanan GKP Jemaat Kampung Tengah, dalam keterangan tertulisnya pada 14 Juli 2021.

Saat ini rumah pastori GKP Jemaat Kampung Tengah sedang digunakan oleh dua orang dari satu keluarga yang terpapar Covid-19.

Dalam pelaksanaannya, pihak gereja menyerahkan sepenuhnya kepada gugus tugas Covid-19 tingkat RT, termasuk menentukan siapa yang memang membutuhkan pertolongan dan bersedia isoman di rumah pastori yang jaraknya sekitar 100 meter dari gereja.

Jika masih ada warga yang membutuhkan tempat isoman, gereja akan tetap menampung selama rumah pastori dalam keadaan kosong.

“Jadi kami tidak intervensi, siapa saja boleh pakai sehingga keberadaannya betul-betul menjangkau semua masyarakat. Hanya mengingatkan saja supaya warga yang memakai dapat menjaga inventaris gereja dengan baik. Kebetulan juga ada beberapa warga jemaat yang masuk tim gugus tugas RT,” tutup Yuli. (ano)

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot