Gagalnya Pembangkangan Sipil Selama PPKM Darurat

Sukarno | Abdul Rohman - Jumat, 6 Agustus 2021, 13:39 WIB

null/flickr.com

FIXJAKARTA.COM - Terpantau sebanyak 276 aksi pembangkangan sipil selama PPKM Darurat. Hal ini berdasarkan laporan dari Laboratorium 45 (Lab 45) yang dirilis dalam situsnya lab45.id pada Rabu 4 Agustus 2021.

Laporan tersebut diberi judul "Kenapa Pembangkangan Sipil Selama PPKM Darurat Tidak Ekskalatif?"

Dalam rilis itu, disebutkan bahwa motif dan narasi yang diangkat pelaku cenderung berbeda, meski secara umum didorong oleh sentimen penolakan PPKM. Masing-masing aktornya sebagian besar terdiri dari aktivis, politisi, pelaku wirausaha, dan masyarakat kultural tradisional.

Adapun dari aktor aktivis dan politisi, kecenderungan mereka adalah berunjuk rasa, sementara dari pelaku wirausaha melakukan pemasangan bendera putih sebagai tanda protes.

Untuk konstituen masyarakat kultural tradisional, kelompok ini banyak terlibat dengan aparat karena menggelar hajatan yang melanggar ketentuan PPKM.

Dalam semua aksi protes tersebut, titik kulminasinya berada di gerakan aktivisme yang pecah pada 22 Juli 2021 atau dua hari setelah pengumuman PPKM oleh Presiden Jokowi. Momentum ini dimanfaatkan oleh gerakan mahasiswa untuk menggelar aksi protes massa di berbagai daerah.

Berdasarkan penilaian Lab 45, atas aksi-aksi tersebut, pemerintah mampu melahirkan solusi dengan konsolidasi politik dan cepat menyalurkan bantuan sosial terhadap masyarakat terdampak pandemi. Sekaligus juga, aparat relatif cepat tanggap meredam aksi-aksi rawan di berbagai daerah.

Selain aksi-aksi di lapangan, Lab 45 juga menyuguhkan temuan aksi-aksi di ranah internet, terutama dalam twitter, yang berupa seruan tagar #2021GantiPresiden, #PresidenTerburukDalamSejarah, #PakdeMundurSaja, dan #JokowiEndGame.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot