Front Perlawanan Nasional Afghanistan Serukan Dunia Internasional Hentikan Genosida oleh Taliban

Alfanny - Jumat, 10 September 2021, 8:04 WIB

Ahmad MasoudAhmad Masoud/@BHL

FIXJAKARTA.COM.  Pemimpin Front Perlawanan Nasional Afghanistan ((The National Resistance Front of Afghanistan) Ahmad Massoud mendesak komunitas internasional, PBB dan semua organisasi internasional dan regional lainnya untuk menghentikan genosida yang terjadi di sebagian besar teritori Lembah Panjshir oleh Taliban.

"The National Resistance Front of Afghanistan/NRF (Front Perlawanan Nasional Afganistan) mengutuk keras serangan skala besar yang disengaja oleh Taliban terhadap warga sipil di Provinsi Panjshir," demikian bunyi rilis NRF yang dimuat akun twitter @nrfafg pada Rabu 8 September 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Menurut NRF, setelah menderita kerugian besar dalam beberapa pertempuran dengan pasukan NRF/Front Perlawanan Nasional Afganistan), Taliban telah melakukan operasi militer berkelanjutan untuk membantai warga sipil di provinsi tersebut.

"Banyak bukti terkait kejahatan perang kelompok tersebut yang mirip dengan genosida," tambah NRF. 

NRF/Front Perlawanan Nasional Afganistan menyerukan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi internasional lainnya untuk meminta pertanggungjawaban Taliban dan sponsor asing mereka atas kejahatan yang mereka lakukan terhadap warga sipil yang tidak berdaya.

Sementara itu Ahmad Masoud sendiri dilaporkan masih melanjutkan perlawanan walaupun Taliban mengklaim telah mengontrol penuh lembah Pansjhir. 

"Di Taliban hanya mengontrol sebagian lembah, bukan gunung. Putra Ahmad Shah Massoud ada di suatu tempat di Panjshir.  Moralnya tinggi. Di dalam dirinya menyala semangat untuk membebaskan Afghanistan," cuit seorang aktivis Barat Bernard-Henry Levy di akun twitternya @BHL pada Kamis 9 September 2021.

Bernard memposting foto dirinya bersama Ahmad Massoud yang dikelilingi pengawal di suatu tempat di Pansjhir. 

Sementara itu Taliban dilaporkan telah merusak makam pahlawan legendaris Mujahidin di era pendudukan Sovyet, Ahmad Shah Massoud. 

"Mengejutkan melihat para pejuang Taliban yang tidak menghormati makam Ahmad Shah Massoud di Panjshir," tulis jurnalis Bilal Sarwary di akun twitternya @bsarwary pada Kamis 9 September 2021.  

Bilal juga memposting video yang menggambarkan kerusakan makam Ahmad Shah Masoud. 

Ahmad Shah Massoud terbunuh pada 9 Septemebr 2001 oleh sebuah serangan bom bunuh diri dari Taliban yang menyamar sebagai seorang wartawan yang akan mewawancarainya. 


Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot