FIX! Mensos Temukan 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos

Dwi Saputro Nugroho - Sabtu, 14 Agustus 2021, 13:50 WIB

Menteri Sosial RI, Tri RismahariniMenteri Sosial RI, Tri Rismaharini/kemensos.go.id

FIXJAKARTA.COM. Penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) ternyata masih menyisakan problema, setelah sebelumnya diberitakan luas adanya kasus korupsi yang melibatkan mantan Mensos Juliari Batubara. Menteri Sosial saat ini, Tri Rismaharini menemukan 21 juta data ganda penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mengajukan data baru agar penerima bansos tepat sasaran.

Menurut mantan Walikota Surabaya itu, Pemda dapat mengusulkan kurang lebih 1 juta 440 ribu data baru. Hal ini dilakukan setelah Mensos menidurkan sekitar 21 juta data ganda dan tidak sesuai dengan data kependudukan.

"Data ganda itu berarti ada nama, namun tidak ada di data kependudukan dan diputuskan untuk ditidurkan pada April lalu. Lalu, kami menindaklanjuti dengan meminta pada Pemerintah daerah (Pemda) agar mengusulkan data-data baru kurang lebih 1 juta 440 ribu sekian jiwa,” kata Mensos sebagaimana dikutip FIXJAKARTA.COM dari laman resmi Kemensos, Jumat, 13 Agustus 2021.

Perlu diketahui, sebelumnya Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan perbaikan data yang telah mengakibatkan kesalahan program dan menjadi temuan oleh pihak KPK, BPK, dan BPKP terkait keakuratan data.

“Di awal menjabat dan berangkat dari temuan dari KPK, BPK, dan BPKP tentang keakuratan data, saya analisis apa yang salah dari data dan ternyata database kemiskinan bersumber dari banyak basis dan itu menjadi temuan dikarenakan banyaknya data ganda. Saya pun mencoba data ganda tadi diubah dengan basis data kependudukan,” ujarnya.

Hasilnya, setelah digabung dengan basis data kependudukan, akhirnya diketahui terdapat banyak nama ganda.

"Dari 193 juta jiwa dan digabung ada angka 155 juta sekian jiwa meliputi nama, NIK dan alamat dan hasilnya ada kurang lebih 21 juta ganda dan tidak padan dengan data kependudukan," ungkapnya.

(dsn/diolah dari Humas Kemensos)

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot