FIX! Kemenag Diskon Biaya UKT Mahasiswa Yang Terdampak Covid-19

Alfaryandi | Abdul Rohman - Sabtu, 31 Juli 2021, 17:49 WIB

Ilustrasi salah satu kampus terbaik PTKINIlustrasi salah satu kampus terbaik PTKIN/kemenag.go.id

FIXJAKARTA.COM - Kementerian Agama akan memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) tahun akademik 2021/2022.

“Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, termasuk keluarga mahasiswa PTKN.  Karenanya, kami tahun ini kembali menerapkan kebijakan memberikan keringanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT),” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdani di Jakarta, Sabtu, 31 Juli 2021.

Kebijakan tersebut, lanjut Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri atas Dampak Wabah Covid-19 sebagaimana telah diubah dengan KMA Nomor 81 Tahun 2021 tentang Perubahan atas KMA Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan UKT pada PTKN atas Dampak Wabah Covid-19.

“Kemenag ingin memastikan kelancaran pembayaran UKT dan meminimalisir angka putus kuliah mahasiswa pada PTKN,” terang pria yang akrab disapa Dani ini.

Keringanan UKT tersebut berupa pengurangan biaya UKT atau perpanjangan pembayarannya dan berlaku untuk mahasiswa program diploma dan program sarjana pada PTKN yang terdampak pandemi.

Selain bentuk keringanan UKT, KMA 81/2021 juga mengamanatkan, PTKN yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dapat memberikan keringanan UKT kepada mahasiswa berupa pembayaran UKT secara diangsur atau dicicil.

Kebijakan ini sudah diterapkan pada  tahun akademik 2020/2021. Saat itu, sebanyak 160.563 mahasiswa menerima keringanan UKT. Jumlah ini terdiri atas 15.153 mahasiswa yang menerima penurunan UKT 1 tingkat, 30.235 mahasiswa, menerima penundaan pembayaran UKT 2 - 4 bulan, dan 6.285 mahasiswa menerima keringanan berupa cicilan pembayaran UKT. Sedang 108.890 adalah mahasiswa yang menerima pengurangan UKT. Prosentasenya bervariasi, mulai dari 10, 15, 20, 25, 30, bahkan hingga 100%.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno menambahkan, mahasiswa bisa mendapatkan keringanan UKT dengan menunjukkan bukti pendukung yang sah. Bukti tersebut dapat berupa status orang tua/wali yang telah meninggal dunia, mengalami pemutusan hubungan kerja, Usaha dinyatakan bangkrut,mengalami penutupan tempat usaha maupun menurunnya tingkat pendapatan secara drastis.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot