FIX, Jenderal Pelumat Radikalisme itu Jadi Pangkostrad

Alfanny - Rabu, 26 Mei 2021, 8:24 WIB

Mayjen Dudung AbdurrahmanMayjen Dudung Abdurrahman/Kodam Jaya

FIXJAKARTA.COM.  Masyarakat tentunya masih ingat keberanian Mayjen Dudung Abdurrahman sebagai Pangdam Jaya yang memerintahkan pencopotan baliho-baliho provokatif Rizieq Syihab di seantero Jabodetabek di penghujung tahun 2020.  Baliho-baliho provokatif tersebut telah terpasang berbulan-bulan di Jabodetabek sejak pertengahan 2020 untuk menyambut rencana kepulangan Rizieq Syihab dari Arab Saudi dan berkali-kali berupaya diturunkan oleh Satpol PP tapi selalu mendapat perlawanan dan dipasang kembali oleh massa FPI.  Barulah, setelah Mayjen Dudung Abdurrahman menerjunkan pasukan TNI untuk mencopot baliho-baliho tersebut, massa FPI pun ciut.  Penurunan baliho tersebut pun menjadi titik balik bagi FPI dan Rizieq Syihab, dimana akhirnya FPI dibubarkan pemerintah dan Rizieq Syihab harus duduk di kursi pesakitan karena sejumlah kasus pidana.

Kini, Mayjen Dudung Abdurrahman mendapat promosi jabatan menjadi Pangkostrad pada Selasa 25 Mei 2021.  Mayjen Dudung merupakan perwira TNI lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari kecabangan infanteri. Setelah lulus, Dudung mengawali karir sebagai Dandim 0406/Musi Rawas di Sumatera Selatan.

Karier Mayjen Dudung mulai meroket setelah menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana pada 2010. Ia lalu diangkat menjadi Danrindam II/Sriwijaya.   Lalu pada 2015, Mayjen Dudung menjadi Wagub Akmil hingga 2016. Setelahnya, ia menjadi staf khusus KSAD dan Waaster KSAD.   Hingga pada 2018, Mayjen Dudung dipromosikan sebagai Gubernur Akmil. Kemudian, ia diangkat sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020 menggantikan Letjen Eko Margiyono. (Alf/Diolah dari berbagai sumber)

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot