FIX, Jenderal Andika Perkasa Panglima TNI, Apa Langkahnya Hadapi Penetrasi Radikalisme di Tubuh TNI?

Alfanny - Minggu, 7 November 2021, 7:29 WIB

FIX, Andika Panglima TNI, Apa PR-nya Hadapi Penetrasi Radikalisme di Tubuh TNI?FIX, Andika Panglima TNI, Apa PR-nya Hadapi Penetrasi Radikalisme di Tubuh TNI?/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.  Setelah diusulkan Presiden dan menjalani fit and proper test di Komisi I DPR pada Sabtu 6 November 2021, Jenderal Andika Perkasa resmi ditetapkan sebagai panglima TNI dan akan segera menghadapi salah satu masalah di tubuh TNI yaitu penetrasi radikalisme.

Pada Juni 2019, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mensinyalir ada sekitar 3 persen prajurit TNI termasuk purnawirawan yang terpapar radikalisme dan tak setuju Pancasila sebagai ideologi negara.  Sinyalemen Ryamizard tersebut menjadi salah satu PR mendesak yang harus segera diselesaikan Panglima TNI yang baru, Jenderal Andika Perkasa.

Mantan aktivis HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) Ayik Heriansyah menilai adanya sejumlah anggota TNI yang terpapar radikalisme disebabkan para pimpinan TNI lengah dan terlalu percaya diri.

"TNI-Polri lengah terhadap penetrasi dan infiltrasi paham radikal, mungkin karena terlalu percaya diri dengan kehebatan fisik dan persenjataan," ujar Ayik kepada reporter FIXJAKARTA.COM pada Minggu 7 November 2021.

Padahal menurut Ayik, dalam perang asimetri yang menjadi medan pertempuran bukan di darat, laut dan udara, melainkan di pikiran dan hati prajurit.

"Siapa yang dapat mengambil alih pikiran dan hati prajurit, dialah pemenangnya. Kekuatan fisik dan persenjataan di bawah kendali pikiran dan hati prajurit (man behind the gun)," tandas Ayik yang kini menjadi salah satu pengurus LDNU (Lembaga Dakwah NU) Jawa Barat. 

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/mantan-aktivis-hti-ayik-heriansyah-desak-pemerintah-buat-regulasi-pelarangan-radikalisme/RFMecCHRTaDYktQUkyFyG3

Untuk mengatasi penetrasi radikalisme di tubuh TNI, Ayik mengharapkan pemerintah mendorong terwujudnya UU yang melarang penyebaran dan pengajaran paham radikal.

"UU tersebut sebagai payung hukum guna membuat peraturan bagi prajurit terkait radikalisme," tambah Ayik. 

Ayik juga mengharapkan Jenderal Andika Perkasa meningkatkan koordinasi dan komunikasi struktural dan teritorial terkait penetrasi dan infiltrasi kelompok radikal.  Selain itu, Ayik juga menyarankan Jenderal Andika Perkasa menjalin komunikasi dengan sejumlah ormas keagamaan moderat.

"Terutama dengan ormas-ormas pendiri NKRI seperti NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad dan ormas keagamaan lainnya," pungkasnya. 

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot