FIX! Dubes Saudi Klarifikasi Pembatalan Haji Bukan Salah Pemerintah Indonesia

Sukarno | Abdul Rohman - Rabu, 9 Juni 2021, 18:33 WIB

Ka’bahKa’bah/pixabay.com

FIXJAKARTA.COM - Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi, menyebut Indonesia membatalkan haji bukan karena permasalahan diplomasi antara Indonesia dengan Saudi.

Melainkan sampai saat ini, Kerajaan Arab Saudi belum mengirimkan undangan haji ke negara lain termasuk Indonesia karena  masih dalam situasi pandemi COVID-19. Dubes Arab Saudi juga menekankan bahwa hingga hari ini Pemerintah Arab Saudi belum membuka pintu kedatangan jamaah haji internasional untuk satu negara pun.

Dubes berserta rombongan mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta. Ini merupakan kunjungan pertama Dubes Arab Saudi ke MUI sejak pertama kali dilantik. Sejak Januari 2021, sebenarnya Dubes Saudi sudah berkeinginan datang ke MUI, namun baru menemukan waktu sekaligus momentum yang tepat pada hari Selasa 8 Juni 2021.

Adapun kedatangan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi itu disambut  Ketua Umum MUI KH. Miftachul Akhyar, Waketum MUI KH. Marsudi Syuhud, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan.

Lalu, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH. Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi KH. Abdullah Jaidi, dan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional  Sudarnoto Abdul Hakim.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Arab Saudi meluruskan pemberitaan tentang haji yang ramai di media setelah Kementerian Agama secara resmi mengumumkan pembatalan keberangkatan haji.

Dubes Arab Saudi juga menyebutkan, pembatalan haji itu sama sekali tidak terkait dengan hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang kurang baik, yang sebelumnya dinilai oleh beberapa kalangan pembatalan haji tahun ini akibat masalah diplomasi.

"Masalah pembatalan keberangkatan jamaah haji Indonesia tidak ada kaitannya dengan hubungan baik yang sudah terjalin antara Saudi dan Indonesia. Tidak ada pula hubungannya dengan penggunaan merek vaksin tertentu dan produsen tertentu seperti yang selama ini berkembang di media,” papar Dubes Arab Saudi.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot