Firli Bahuri Tegaskan KPK Akan Usut Dugaan Korupsi Formula E dan Tes PCR

Alfanny - Jumat, 5 November 2021, 8:46 WIB

Firli Bahuri Tegaskan KPK Akan Usut Dugaan Korupsi Formula E dan Tes PCRFirli Bahuri Tegaskan KPK Akan Usut Dugaan Korupsi Formula E dan Tes PCR/@firlibahuri

FIXJAKARTA.COM.  Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki semua dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan masyarakat termasuk dugaan korupsi Formula-E dan tes PCR

"Kami sedang bekerja. Prinsipnya, kami sungguh mendengar harapan rakyat bahwa Indonesia harus bersih dari korupsi," tandas Firli di akun twitternya @firlibahuri pada Kamis 4 November 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Firli kembali menegaskan bahwa KPK tidak akan pernah lelah untuk memberantas korupsi.

"Siapapun pelakunya, kita akan tindak tegas sesuai ketentuan hukum. KPK tidak akan pandang bulu. KPK bekerja profesional sesuai kecukupan bukti," tambahnya. 

"Kita sungguh mendengar harapan rakyat bahwa Indonesia harus bersih dari korupsi. KPK tidak akan pernah lelah untuk memberantas korupsi," pungkas Firli. 

Sebelumnya sejumlah massa melakukan aksi pada September lalu menuntut KPK turun tangan menyelidiki dugaan korupsi pada event Formula E dan menindaklanjuti hasil audit BPK terkait Formula E. Massa menilai gelaran Formula E memiliki potensi kerugian hingga Rp 1,3 triliun.

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/netizen-bongkar-sejumlah-kejanggalan-rencana-penyelenggaraan-formula-e-di-jakarta/PTpUoskr4wq2vN4tHGKigA

Sementara itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan menelaah laporan Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) soal tes PCR. PRIMA melaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir atas dugaan terlibat bisnis tes polymerase chain reaction (PCR). 

Dalam pelaporan ini, Wakil Ketua Umum PRIMA Alif Kamal membawa bukti pemberitaan Majalah Tempo sebagai data awal. Majalah Tempo edisi 1 November 2021 menulis, dua perusahaan yang terafiliasi dengan Luhut, PT Toba Sejahtra dan PT Tiba Bumi Energi, tercatat mengempit saham di GSI. Kedua perusahaan itu mengantongi 242 lembar saham senilai Rp 242 juta di GSI.  PT Genomik atau GSI merupakan perusahaan yang mengelola laboratorium untuk tes PCR dan memiliki lima cabang di Jakarta. 

Luhut telah membantah hal tersebut. Luhut menyatakan tak pernah mengambil keuntungan baik dalam bentuk dividen atau pendapatan lainnya di PT Genomik Solidaritas Indonesia.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot