Fatwa MUI Soal Jihad dan Khilafah

Senja Bagus Ananda | Aris Moza - Jumat, 12 November 2021, 7:00 WIB

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang jihad dan khilafahMajelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang jihad dan khilafah/mui.or.id

FIXJAKARTA.COM - Musyawarah antar-Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia telah berlangsung selama tiga hari yang diadakan di Hotel Sultan Jakarta dan ditutup pada hari Kamis, 11 November 2021. Dalam Musyawarah tersebut, MUI berhasil mengeluarkan berbagai fatwa salah satunya tentang jihad dan khilafah.

Dalam musyawarah tersebut, MUI berhasil mengeluarkan fatwa tentang jihad dan khilafah dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. MUI merasa perlu melakukan pelurusan istilah jihad dan khilafah. Dalam point ketujuh disebutkan MUI dalam memahami makna jihad dan khilafah, MUI menggunakan manhaj wasathiyah (berkeadilan dan berkeseimbangan). Oleh karena itu, MUI menolak pandangan yang dengan sengaja mengaburkan makna jihad dan khilafah, yang menyatakan bahwa jihad dan khilafah bukan bagian dari Islam. Sebaliknya, MUI juga menolak pandangan yang memaknai jihad dengan semata-mata perang dan khilafah sebagai satu-satunya sistem pemerintahan.

Dalam fatwa tersebut, MUI juga memberikan saran kepada masyarakat dan pemerintah supaya tidak memberikan stigma negatif terhadap makna jihad dan khilafah.

Berikut adalah salinan hasil musyawarah antar-Komisi Fatwa MUI se-Indonesia tentang jihad dan khilafah dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1. Pada dasarnya sistem kepemimpinan dalam Islam bersifat dinamis sesuai dengan kesepakatan dan pertimbangan kemaslahatan, yang ditujukan untuk kepentingan-kepentingan menjaga keluhuran agama (hirasati al-din), mengatur urusan dunia (siyasati al-duniya). Dalam sejarah peradaban Islam, terdapat berbagai model/sistem kenegaraan dan pemerintahan serta mekanisme suksesi kepemimpinan yang semuanya sah secara syar’i;

Editor: Senja Bagus Ananda

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot