Fatwa MUI: Dibolehkan Pemakaman Massal Korban Covid-19

Abdul Rohman - Minggu, 27 Juni 2021, 11:27 WIB

KH. Sholahuddin Al-Aiyub, Ketua MUI Bidang Halal dan Ekonomi SyariahKH. Sholahuddin Al-Aiyub, Ketua MUI Bidang Ekonomi dan Halal/@MUIPusat

FIXJAKARTA.COM – Dari hari ke hari warga DKI Jakarta semakin banyak yang terpapar virus Covid-19. Angka kematian akibat virus itu semakin meningkat sehingga petugas pemakaman kelelahan dan lahan TPU pun terbatas. Hal ini menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Melihat kurangnya lahan untuk pemakaman korban Covid-19 di Jakarta, pemberlakuan penguburan massal bisa dikaji, artinya, mengubur beberapa jenazah dalam satu lubang. Ini sudah diatur di dalam fatwa MUI,” urai Ketua MUI bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH. Sholahuddin Al-Aiyub, pada hari Jumat, 25 Juni 2021 sebagaimana dikutip FIXJAKARTA.COM dari mui.or.id.

Menurutnya, pemakaman massal diperbolehkan karena keterbatasan lahan pemakaman di DKI. Hal ini termasuk ke dalam hukum darurat (al-dlarurah al-syar’iyyah).

“Jenazah yang sudah di dalam peti masing-masing tidak perlu dibuka kembali petinya, plastik, dan kain kafannya, lalu dikuburkan dalam satu liang lahat dengan formasi berjajar berdempetan. Ini solusi sementara untuk kondisi saat ini,” ungkap mantan Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa tersebut.

Diketahui bahwa Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi Covid-19 yang mengatur mekanisme pemakaman massal sebagaimana mengacu pada Fatwa Nomor 34 Tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah (Tajhiz al-Jana’iz) dalam Keadaan Darurat.

Fatwa tersebut menyatakan pula bahwa seorang muslim yang wafat karena Covid-19 masuk ke dalam kategori syahid akhirat. Hak-hak mayit tesebut tetap wajib dipenuhi sesuai syariah, yakni dimandikan, dikafankan, disholatkan, dan dikuburkan, dengan tetap menjaga keselamatan petugas dan sesuai protokol medis.

Ini juga merujuk kepada Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 yang menyebutkan bahwa pengurusan jenazah yang terpapar virus itu harus mematuhi protokol kesehatan ketat.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot