Fadli Zon mencuit Indonesia tidak pernah membatalkan Haji sejak zaman Hindia Belanda? Ini Faktanya

Sukarno | Abdul Rohman - Sabtu, 5 Juni 2021, 12:50 WIB

MakkahMakkah/bpkh.go.id

FIXJAKARTA.COM - Anggota DPR Fadli Zon menanggapi soal ketiadaan keberangkatan jamaah haji Indonesia pada tahun ini. Tanggapannya tersebut dituangkan dalam Twitter pribadinya @fadlizon pada Jumat 4 Juni 2021.

"Sejak zaman Hindia Belanda, kayaknya baru sekarang kita tak berangkatkan haji. Pendekatan dengan Saudi harus khusus, jangan arogan dan harus orang tepat yang bisa bahasa Arab dan bersahabat," cuit Fadli Zon yang juga merupakan Doktor Sejarah itu.

Cuitan Fadli Zon ini mengandung dua pernyataan. Sayangnya, keduanya malah tidak tepat. Pertama, soal keberangkatan Haji, Fadli Zon menulis bahwa Indonesia tidak pernah tidak mengirim jemaah sejak zaman Hindia Belanda. Kedua Indonesia harus memiliki pendekatan khusus dengan pemerintah Arab terkait Saudi. Faktanya pelarangan haji pernah terjadi di masa silam dan melalui pendekatan haji pula Indonesia berhasil meraih pengakuan dari Arab.

Menurut penelitan profesor sejarah Islam Suleyman Demirel University, Ismail Hakki Goksoy,  yang berjudul “Dutch Policy towards the Indonesian Haj, 1946-1949", kala itu Belanda memainkan ibadah haji sebagai alat untuk meraih simpati rakyat.

Kala itu Belanda melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA) menyiarkan pengumuman haji ke wilayah-wilayah yang berhasil tunduk kepada Belanda seperti Kalimantan dan Sulawesi.

Ide ini berasal dari Van der Plas, seorang petinggi NICA yang juga penasihat isu Islam bagi pihak Belanda. Ia bahkan turun langsung ke Kalimantan Selatan pada April 1946 untuk membujuk tokoh agama di sana.

Selain itu Belanda juga berusaha menancapkan pengakuan internasional atas penjajahannya dengan membawa tema ibadah haji, dengan mengirim misi kehormatan (Emir Al-Hadj) untuk menemui Raja Ibnu Saud. Misi kehormatan ini diwakili oleh Menteri Agama Negara Indonesia Timur, Bachdim, dan Sultan Pontianak Hamid II Algadrie.

Merespons propaganda Belanda yang ingin menancapkan kembali kuku kolonialisnya, pada 20 April 1946 ulama Indonesia pro kemerdekaan KH. Hasyim Asy'ari menyiarkan fatwa agar umat Islam menolak tawaran haji dari pemerintah Belanda. Ia melarang umat Islam di Indonesia melaksanakan ibadah dengan uluran tangan penjajah.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot