Dukungan Ganjar Capres Menguat, PDIP Akan Berikan Sanksi?

Sukarno | Abdul Rohman - Selasa, 21 September 2021, 17:39 WIB

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar PranowoGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Instagram: ganjar_pranowo

FIXJAKARTA.COM - Arus deklarasi dukungan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju di Pilpres 2024 terus bergema. PDIP mengatakan bakal memberikan sanksi disiplin kepada kadernya yang mendeklarasikan atau dideklarasikan menjadi capres atau cawapres 2024.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Dalam keterangannya, Hasto menyebut PDIP akan memberikan sanksi disiplin kepada kader yang menyebutkan atau disebut akan menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2024.

"Partai tidak menolerir terhadap tindakan indisipliner, mengingat urusan presiden dan wakil presiden harus melalui pertimbangan yang benar-benar matang," ujar Hasto dalam rilis yang dikutip FIXJAKARTA.COM, Selasa 21 September 2021.

Hasto beralasan keputusan itu didasarkan pada pertimbangan yang matang berkaitan dengan Pilpres 2024. Menurutnya, fokus utama PDI Perjuangan terletak pada kualitas pemimpin untuk mampu memikul tanggung jawab bagi masa depan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia.

"Terlebih dengan tanggung jawab presiden yang sangat berat untuk perbaikan nasib lebih dari 270 juta rakyat Indonesia," katanya.

Dalam hal ini, PDIP tidak akan menolerir kader-kader yang terlibat dalam organisasi relawan karena PDIP berprinsip relawan pemenangan akan dibentuk setelah penetapan secara resmi.

"Manakala ada anggota Partai yang tidak memiliki disiplin, dan ikut-ikutan dalam deklarasi calon sebelum Partai menetapkan, Partai akan menegakkan disiplin tersebut dengan memberi sanksi organisasi. Prinsipnya seluruh relawan pemenangan akan dibentuk pasca penetapan secara resmi pasangan calon dari partai. Saat ini lebih baik membantu rakyat menangani pandemi," kata Hasto.

Ia juga menegaskan, penetapan calon presiden dan wakil presiden yang diusung PDI-P merupakan kewenangan Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum partai, sebagaimana hasil Kongres V PDI-P.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot