Dukung Industri Pulp and Paper, Bank DKI Pimpin Sindikasi 12 BPD se-Indonesia untuk Kredit Investasi Rp 2 Triliun

Alfanny - Jumat, 19 November 2021, 7:36 WIB

Dukung Industri Pulp and Paper, Bank DKI Pimpin Sindikasi 12 BPD se-Indonesia untuk Kredit Investasi Rp 2 TriliunDukung Industri Pulp and Paper, Bank DKI Pimpin Sindikasi 12 BPD se-Indonesia untuk Kredit Investasi Rp 2 Triliun/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.    PT Bank DKI memimpin sindikasi 12 Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia untuk kredit investasi di PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tbk senilai Rp 2 triliun.   Direktur Utama PT Bank DKI Fidri Arnaldy mengatakan, penyaluran kredit sindikasi untuk mendukung industri pulp and paper tersebut ditujukan untuk refinancing pabrik PT IKPP Tbk di Jalan Raya Minas – Perawang Km 26, Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau.

"Dalam sindikasi kredit itu Bank DKI ditunjuk sebagai Mandated Lead Arranger, sekaligus berperan sebagai agen fasilitas, agen jaminan, agen escrow dan kreditur," ujar Fidri, Jumat 19 November 2021 sebagaimana dilansir beritajakarta.id yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Fidri menjelaskan, penyaluran kredit sindikasi didasarkan pertimbangan bahwa industri pulp and paper di Indonesia dinilai masih sangat prospektif karena Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam hal produktivitas bahan baku.

"Hal ini menjadikan Indonesia salah satu negara yang menjadi sumber bahan baku terbesar dengan produksi pulp menempati peringkat ke-8 dunia dan peringkat ke-6 dalam industri kertas," terangnya.

Fidri merinci, penyaluran kredit sindikasi senilai total Rp 2 triliun, dengan Bank DKI turut menyalurkan dengan porsi senilai Rp 500 miliar. Adapun BPD lain yang turut berpartisipasi adalah Bank Sumut dan Bank Jatim masing-masing Rp 270 miliar, Bank Nagari dan Bank Sumsel Babel Rp 175 miliar, Bank Maluku Malut Rp 110 miliar dan Bank Papua Rp 95 miliar.

"Untuk Bank Kalteng, Bank Sulselbar dan Bank Kalsel masing-masing Rp 85 miliar serta Bank Bengkulu, Bank NTT dan Bank SulutGo masing-masing Rp 50 miliar," terangnya.

Menurut Fidri, sebelumnya Bank DKI juga telah berpartisipasi dalam penyaluran kredit kepada PT IKPP Tbk baik secara bilateral ataupun sindikasi.

Fidri menambahkan kredit tersebut diantaranya Sindikasi Kredit Investasi Refinancing Power Plant senilai Rp 1,4 triliun pada tahun 2018 dan Sindikasi Kredit Investasi Refinancing Mesin Pulp Making 8 sebesar Rp1,75 triliun dengan porsi penyaluran kredit Bank DKI sebesar Rp 600 miliar pada tahun 2020 yang semuanya dalam kolektibilitas lancar.

"Melalui kredit sindikasi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu stimulus pertumbuhan perekonomian di tanah air di masa pandemi ini," ungkapnya.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot