Dukung Farid Okbah Cs Ditangkap Densus 88, Pengamat Terorisme Soffa Ihsan Sebut Okbah Cs Terkait Pendanaan Terorisme

Alfanny - Selasa, 16 November 2021, 19:51 WIB

Dukung Farid Okbah Cs Ditangkap Densus 88, Pengamat Terorisme Soffa Ihsan Sebut Okbah Cs Terkait Pendanaan TerorismeDukung Farid Okbah Cs Ditangkap Densus 88, Pengamat Terorisme Soffa Ihsan Sebut Okbah Cs Terkait Pendanaan Terorisme/istimewa

FIXJAKARTA.COM.  Pengamat terorisme Soffa Ihsan mendukung penangkapan Farid Okbah dan 2 orang lainnya berinisial AZ dan AA oleh Densus 88 di Bekasi pada Selasa 15 November 2021. 

"Saya kira sudah bukan rahasia publik sosok seperti Farid Okbah dan dua orang lainnya yang juga pengurus MUI Pusat tersebut. Mereka ini sosok sosok yang bisa dimasukkan kategori 'bughot' karena mempunyai agenda tersembunyi dalam setiap dakwahnya,"  ujar Soffa Ihsan kepada reporter FIXJAKARTA.COM. 

Soffa juga melihat keterkaitan mereka dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

"Mereka diduga terlibat dalam pendanaan terorisme dengan berbagai lembaga yang dibentuknya, salah satunya Lembaga Amil Zakat (LAZ) Abdurrahman bin Auf," tandas Soffa. 

Dengan demikian Soffa meyakini Densus 88 pasti mempunyai bukti sehingga menangkap dan menetapkan Farid Okbah Cs sebagai tersangka.

"Saya yakin Densus 88 menangkap mereka pasti ada bukti sesuai UU Terorisme dan juga RAN PE (Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme) yang memungkinkan penangkapan terhadap apa yang dikategorikan sebagai ekstrimisme yang mengarah pada terorisme. Jadi penangkapan tersebut konstitusional sesuai amanat UU Terorisme," jelas Soffa yang juga menjadi dosen Agama Islam di Universitas Indonesia (UI).

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/kotak-amal-untuk-terorisme-pengamat-terorisme-soffa-ihsan-sebut-itu-sebagai-puncak-gunung-es/N3vJtHyvDBT72cdLDw9QJS

Rencana Pembangunan KKTN Untuk Eks Napi Terorisme (Napiter)

Terkait rencana BNPT untuk membangun KKTN (Kawasan Khusus Terpadu Nusantara) untuk eks napiter agar bisa segera reintegrasi dengan masyarakat, Soffa mempertanyakan apakah KKTN dan berbagai program deradikalisasi lainnya cukup efektif untuk menyadarkan eks napiter.

"Saya kira deradikalisasi yang selama ini dilakukan oleh berbagai pihak sudah cukup komprehensif dengan segala variannya. Persoalannya adalah sejauh mana efektivitasnya. Beberapa program bantuan kewirausahaan atau sejenisnya untuk eks napiter seperti dilakukan BNPT misalnya sering mandeg  di jalan karena tidak sustainable," tutur Soffa yang juga merupakan pengurus MUI Pusat. 

Soffa melihat program program deradikalisasi belum terlalu menyentuh 'urat nadi'  dari solusi penanggulangan terorisme

"Artinya pendekatan yang digunakan masih berputar pada cara pandang bahwa eks napiter sebagai homo economicus. Yang terjadi lalu pendekatan 'kapitalisasi'. Maka dengan pola pandang ini untuk mewujudkan reintegrasi sosial perlu 'karantina'  demi cita efektifitas. Padahal reintegrasi di kalangan eks napiter tidak selamanya jelek. Tidak sedikit eksnapiter yang setelah bebas disambut baik warga sekitar dan laku bergaul secara normal. Artinya berjalan natural tidak top down," urainya. 

Soffa berpendapat bahwa selama ini penanganan terhadap eks napiter melupakan upaya terhadap perubahan aspek kognitif yang sebenarnya bisa dilakukan dengan cara sederhana serta melalui pendekatan pendampingan yang kontinyu dan perkawanan yang intensif dengan eks napiter. 

"Nah menurut saya yang perlu dikedepankan dulu adalah bagaimana menggenjot efektifitas program yang sudah ada sembari membangun program yang lebih kreatif inovatif tidak hanya monoton," tandas Soffa

Soffa menyarankan diintensifkannya program literasi dengan model langsung bergiat di rumah-rumah eks napiter.

"Dan juga yang penting pula menerjunkan orang-orang yang punya passion dan militansi tinggi untuk menderadikalisasi eks napiter. Bekerja tidak karena ex officio tapi benar benar faham dan ada keterpanggilan jiwa. Man behind the gun, sebaik apapun program deradikalisasi tapi orang yang dilibatkan tidak kompeten dan tidak punya jiwa juang  maka akan terjadi ineffisiensi," terang Soffa yang juga merupakan koordinator program Rumah Daulat Buku (Rudalku). 

"Hal yang memungkinkan orang menjadi teroris adalah ideologi bukan patologi. Jadi jangan samakan eks napiter semata seperti penyandang penyakit lalu dibuatkan tempat khusus untuk terapi," pungkas Soffa.

Selama ini Soffa Ihsan dikenal sebagai pengamat terorisme yang juga aktif membina eks napiter dengan menggagas Rudalku yaitu program literasi bagi eks napiter dengan mengajak mereka mendirikan perpustakaan kecil di rumahnya masing-masing. 

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot