DPR Harap Pemerintah Sikapi Serius Keamanan Regional Akibat Ketegangan di Myanmar dan Laut China Selatan

Alfanny | Soliha - Selasa, 2 November 2021, 12:34 WIB

DPR Harap Pemerintah Sikapi Serius Keamanan Regional Akibat Ketegangan di Myanmar dan Laut China SelatanDPR Harap Pemerintah Sikapi Serius Keamanan Regional Akibat Ketegangan di Myanmar dan Laut China Selatan/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.   Kondisi tidak stabil di dua kawasan Myanmar dan Laut China Selatan diprediksi akan berdampak serta mempengaruhi keamanan regional dan nasional. DPR  minta Pemerintah memberi perhatian serius atas situasi terkini di dua kawasan tersebut.

"Indonesia sebagai anggota ASEAN perlu memberi perhatian serius terkait situasi di Myanmar dan di Laut China Selatan. Di Myanmar kini muncul banyak kelompok bersenjata dan di Laut China Selatan ada ancaman invasi China ke Taiwan,” ungkap anggota Komisi I DPR RI Sukamta dalam interupsinya pada Rapat Paripurna DPR RI, Senin 1 November 2021 dilansir dari situs DPR yang dikutip FIXJAKARTA.COM.

Sukamta mengatakan, situasi chaos akan mengancam Myanmar. Rezim militer yang berkuasa di Myanmar sudah tidak bisa melindungi rakyatnya lagi. "Bila dibiarkan, Myanmar bisa jadi Suriah kedua dan itu sangat tidak kita inginkan. Stabilitas kawasan ASEAN sudah pasti ikut terganggu," ujar politisi PKS ini.

Sukamta berharap, baik Pimpinan DPR maupun pemerintah mengajak Brunei Darussalam sebagai pemimpin ASEAN saat ini mengambil sikap tegas dan jelas kepada rezim militer yang sedang berkuasa di Myanmar.

"Kalau perlu lewat PBB, ASEAN bisa menggalang misi perdamaian agar bisa menyelamatkan demokrasi di Myanmar dan melindungi rakyatnya dari kekejaman rezim berkuasa," seru Sukamta.

Indonesia, lanjut Sukamta, dituntut untuk mengambil perhatian serius atas situasi memanas yang terjadi di Laut China Selatan. Sementara situasi kawasan akan semakin memburuk bila China benar-benar menginvasi Taiwan.

“Semua ini harus jadi perhatian Pimpinan DPR dan pemerintah," tegas legislator dapil D.I. Yogyakarta tersebut. (slh/berbagai sumber)

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot