Diva Afghanistan Aryana Sayeed: Saya Tidak Percaya Apa pun yang Dikatakan Taliban

Alfanny - Kamis, 26 Agustus 2021, 15:24 WIB

Aryana SayeedAryana Sayeed/@AryanaSayeed

FIXJAKARTA.COM. Penyanyi pop Afghanistan yang dikenal sebagai "Diva-nya Afghanistan" Aryana Sayeed mengatakan bahwa pernyataan jubir Taliban yang menjamin hak-hak kaum perempuan dan minoritas sama sekali tidak dapat dipercaya.

"Ini adalah akhir dari musik dan hiburan bagi warga Afghanistan," ujar Aryana Sayeed yang dilansir akun twitter @BBCYaldaHakim dan dikutip ulang FIXJAKARTA.COM pada Kamis 26 Agustus 2021. 

Aryana yang telah meninggalkan Afghanistan merasa khawatir akan masa depan perempuan dan anak perempuan di negara itu.

“Saya tidak percaya sepatah kata pun dari apa yang dikatakan Taliban. Dunia harus meminta pertanggungjawaban mereka.” tandas Aryana.

Sebagaimana dilansir sejumlah sumber, Aryana telah berhasil meninggalkan Afghanistan dan mendarat di Doha, Qatar dengan selamat.

"Saya baik-baik saja setelah melwati beberapa malam yang tak terlupakan. Saya berada di Doha, Qatar, dan menunggu penerbangan terakhir saya kembali ke Istanbul," ujar Aryana Sayeed kepada 1,3 juta pengikut Instagram-nya.

Penyanyi berusia 36 tahun yang baru saja menjadi juri pada sebuah acara kompetisi menyanyi di televisi Afghanistan ini, mengaku dia pergi meninggalkan Afghanistan dengan menumpang jet kargo AS.

"Aryana Sayeed beberapa tahun lalu pernah bernyanyi di stadion, melanggar tiga tabu di Afghanistan,  penyanyi perempuan, tidak berhijab, masuk stadion sebagai wanita, yang pernah dilarang di bawah kekuasaan Taliban," cuit salah satu aktivis hak asasi manusia Afghanistan tentang Aryana.

Jubir Taliban dalam berbagai kesempatan menyatakan menjamin hak-hak perempuan untuk tetap bekerja dan bersekolah, namun di lapangan sejumlah milisi Taliban melakukan tindakan sebaliknya. 

Semasa Taliban berkuasa di periode 1996 -2001, kaum perempuan sama sekali tidak diberikan kesempatan di ruang publik termasuk untuk mendapatkan pendidikan.  Bahkan Taliban pernah menembak seorang pelajar perempuan Malala Yousafzai yang tetap nekat bersekolah pada 2012. Untungnya Malala berhasil dievakuasi ke Pakistan dan kemudian ke Inggris untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Malala kemudian mendapatkan Nobel Perdamaian pada tahun 2014. 

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot