Di Tengah Momen HUT TNI, LaporCovid-19 Kritik TNI Karena Ikut Tangani Covid-19, Apa Respon Netizen?

Alfanny - Rabu, 6 Oktober 2021, 9:34 WIB

LaporCovidLaporCovid/@LaporCovid

FIXJAKARTA.   Di tengah momen peringatan HUT TNI ke-76, LaporCovid-19 melalui akun twitternya @LaporCovid mengkritik TNI yang seharusnya fokus mengurus bidang pertahanan bukan ikut campur urusan kesehatan.

"76 tahun TNI harusnya lebih matang urus pertahanan, bukan justru cawe-cawe urus krisis kesehatan," cuit @LaporCovid Selasa 5 Oktober 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM.

Menurut @LaporCovid, selama periode Juli 2020 hingga April 2021, pihaknya menerima 1096 laporan warga mengenai ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan, meskipun ada pengerahan TNI/Polri.

@LaporCovid juga mempersoalkan sanksi fisik bagi pelanggar prokes seperti push up, penggunaan water canon, tidur di peti mati, pemukulan, penganiayaan hingga pembubaran massa yang berlebihan.

Selain itu, @LaporCovid juga menyoroti sejumlah oknum militer yang melakukan tindakan represif seperti penekanan terhadap tenaga kesehatan RSDC Wisma Atlet yang menyuarakan hak insentifnya selama menangani Covid-19.

Akun @LaporCovid juga mengkritik penanganan demonstran yang kemudian diarahkan untuk berkumpul di suatu tempat sehingga tidak jaga jarak dalam mobil polisi, tidak memakai masker hingga diminta melepas baju.

Sejumlah netizen pun merespon cuitan tersebut dengan mereply sejumlah komentar.

"Terus loe ngapain min? Lapor-lapor doang?  Kamu gak lihat dokter-dokter dan Nakes TNI ada di Wisma Atlet?,   Kamu gak lihat vaksinasi massal oleh TNI di jakarta yang berhasil menaikkan jumlah warga yang mau vaksin? Perlu diajak ngopi ini @Puspen_TNI," repy akun @nasirdbjpr.

"@LaporCovid sudah "fixed mindset", soal strategi penanggulangan covid oleh pemerintah, termsuk bantuan TNI, mereka menolak paham. Mindset ini tentu harus dikaitkan dengan tujuan apa mereka bikin komunitas ini. Kita berterima kasih pada semua elemen bangsa yang bantu mengatasi covid, termasuk TNI," ujar staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Ade Iva Wicaksono di akunnya @ivarivai1992.

"Pandemi ini bukan cuma bencana nasional lho. Percepatan vaksinasi juga termasuk upaya meningkatkan pertahanan dan keamanan negara. Kapasitas TNI dan Polri untuk mendukung vaksinasi jelas dan berdampak signifikan," cuit @dbrahmantyo.

"Di luar negeri aja militer diperbantukan untuk penanganan Covid," cuit @yosi_h

Berdasarkan pemantauan FIXJAKARTA.COM, nyaris semua netizen di komentar status @LaporCovid tersebut malah membela peran TNI dalam penanganan Covid-19.

LaporCovid dibentuk oleh sekelompok individu yang memiliki perhatian terhadap hak asasi warga dan masalah kesehatan masyarakat terkait pandemi COVID-19. Koalisi ini dibentuk di awal Maret 2020, ketika kasus COVID-19 merebak dan ditemukan secara resmi.

LaporCovid-19 membangun sebuah kanal laporan warga (citizen reporting platform) yang digunakan sebagai tempat berbagi informasi mengenai kejadian terkait COVID-19 yang ditemukan oleh warga, namun selama ini luput dari jangkauan pemerintah.

Menggunakan pendekatan crowdsourcing yang melibatkan partisipasi warga untuk turut terlibat dalam pencatatan angka COVID-19 dan pelaporan isu seputar COVID-19 di sekitarnya, menjadi jembatan pencatatan angka kejadian COVID-19 di tanah air. LaporCovid-19 menjadi wadah untuk membantu pemerintah dan warga lain untuk mengetahui sebaran dan serta magnitudo COVID-19 di indonesia.

Data yang terkumpul di kanal LaporCovid-19 menjadi masukkan bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan dan langkah penanganan COVID-19 yang berdasarkan data di lapangan.

Para penggagas LaporCovid-19 antara lain Co-leads: Irma Hidayana (Konsultan Independen Kesehatan Masyarakat) dan Ahmad Arif (Ketua Jurnalis Bencana dan Krisis (JBK) Indonesia), Asfinawati (YLBHI), Budi Setyarso (Tempo), Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca), Danang Widoyoko (Transparency International Indonesia), Eryanto Nugroho (Lokataru), Haris Azhar (Hakasasi.id), Hilman Arioaji (U-Inspire), Inayah Assegaf (STH Jentera), Irendra Radjawali (U-Inspire), Zen, R.S (NarasiTV), Elisa Sutanudjaja (Rujak Center for Urban Studies) dan Adnan T. Husodo (Indonesia Corruption Watch).

LaporCovid-19 juga didukung oleh sejumlah epidemiolog dan ilmuwan antara lain Iqbal Elyazar, Ph.D. dr. Dicky Budiman, MSc.PH, dr. Panji F. Hadisoemarto, MPH, Dr. dr. Tri Maharani, MSi Sp Em, dr.Halik Malik, MKM, Sulfikar Amir, Ph.D, Beben Benyamin., Ph.D, Henry Suhendra, SKM, MPH, Ph.D dan Dicky Palupessy, PhD. 



Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot