Di Manakah Kurban Pertama di Nusantara? Cek Artikel Ini

Senja Bagus Ananda | Sukarno - Selasa, 20 Juli 2021, 11:56 WIB

Ilustrasi hewan kurbanIlustrasi hewan kurban/Pixabay

FIXJAKARTA.COM - Konsep berkurban telah lama dikenal masyarakat Nusantara. Riwayatnya sejak masa prasejarah hingga kini. 

Lewat kisah-kisah dari masa Hindu dan Buddha itu, ritual kurban menjadi jalan mengubah seseorang menjadi sosok yang lebih baik, suci, dan luhur. 

Menurut keterangan sejarah kuno, terdapat tiga raja yang tertulis dalam prasasti yang  melakukan kurban persembahan, yaitu Raja Kutai Kertanegara Mulawarman di Kalimantan Timur (abad ke-4), Raja Tarumanagara Purnawarman di Jawa Barat (abad ke-5), dan Raja Kanjuruhan Gajayana di Jawa Timur (abad ke-7). 

Mereka mengundang para brahmana untuk pengurbanan besar yang dilakukan oleh para brahmana di tanah lapang. Altar dan yupa/tiang pengikat kurban ditegakkan di dekat pintu masuk area pengurbanan. 

Tujuh prasasti yupa yang dikeluarkan Mulawarman diperkirakan dari abad ke-4-5. Isinya banyak menceritakan sumbangsihnya pada upacara keagamaan.

Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, temuan Prasasti Yupa menyebutkan Raja Mulawarman memberikan persembahan kurban berupa 20.000 ekor sapi, 11 ekor lembu jantan, dan monyet merah, banyak minyak wijen, lampu dengan bunga, susu sapi, dan tanah ksetra kepada para brahmana.

Di Pulau Jawa, Prasasti Tugu menyebutkan bahwa Raja Purnawarman menyumbang 1000 ekor sapi kepada para brahmana sebagai persembahan untuk upacara pengurbanan. Pengurbanan ini sebagai bentuk rasa syukur atas penggalian Sungai Gomati dan Chandrabaga. 

Selain prasasti, ada catatan tertulis lainnya yang berasal dari era Tarumanagara yang dibuat oleh seorang peziarah Buddha dari Tiongkok bernama Faxian, yang pergi ke India untuk mengunjungi tempat-tempat suci Buddha

Editor: Senja Bagus Ananda

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot