Dengan Jumlah 127.124 unit, Anggota 25 juta Orang dan Total Nilai Usaha 174 Triliun, Menko Airlangga Dorong Digitalisasi Koperasi

Soliha - Minggu, 24 Oktober 2021, 8:56 WIB

Menko Airlangga Dorong Digitalisasi KoperasiMenko Airlangga Dorong Digitalisasi Koperasi/ekon.go.id

FIXJAKARTA.COM.  Walaupun sering dipandang sebelah mata, namun terbukti koperasi telah menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Dengan jumlah  127.124 unit, anggota 25 juta orang dan total nilai ssaha 174 Triliun, maka Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong dilakukannya digitalisasi koperasi.

""Di era digital ini, digitalisasi koperasi makin penting. Tentunya ini adalah peluang emas karena saat ini pasar digital di Indonesia sebesar 44 milyar dolar AS, dan di tahun 2025 diprediksi sekitar 125 milyar dolar AS. Jika dilakukan digitalisasi koperasi, dengan anggota yang lebih dari 25 juta, tentu akan menjadi nilai yang luar biasa,”ujar Menko Airlangga dalam rilis di situs Kemenko Perekonomian pada Sabtu 23 Oktober 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Hal tersebut dikatakan Airlangga dalam acara Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Rapimnas Dekopin) 2021 dengan tema “Transformasi Digital Jalan Kemandirian Koperasi” yang dilaksanakan secara daring dan luring di Jakarta, Airlangga juga mengatakan regulasi koperasi saat ini turut memberikan kemudahan untuk terwujudnya digitalisasi koperasi

"Regulasi yang mengatur yaitu UU Cipta Kerja serta PP Nomor 7 Tahun 2021 memberikan pengaturan yang lebih terperinci. Peraturan ini mengubah penyederhanaan anggota pendiri koperasi. Koperasi primer dapat dibentuk paling sedikit 9 orang dari sebelumnya 20 orang. Buku daftar anggota dapat berbentuk dokumen tertulis atau elektronik dengan tujuan memudahkan pengadministrasian daftar anggota lebih cepat dan akurat. Digitalisasi koperasi semakin dipermudah," papar Airlangga

Begitu juga, lanjut Airlangga, dengan digitalisasi koperasi maka Rapat Anggota dapat dilakukan secara daring dan/atau luring, usaha koperasi dapat dilaksanakan secara tunggal atau serba usaha. Selain itu terdapat pengaturan dasar hukum koperasi syariah dimana koperasi dapat melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah dan koperasi syariah wajib memiliki dewan pengawas syariah.

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/wapres-dukung-terbentuknya-100-koperasi-modern-dan-berbasis-digital/mLc3by7sEZA64J8LbUYze5

Terkait koperasi petani dan nelayan, Menko Airlangga mengatakan pemerintah akan memajukan koperasi petani dan nelayan sesuai pilot project Kementerian tahun 2022. Hal ini seiring dengan jumlah koperasi modern yang terus bertumbuh.

"Adapun target penumbuhan koperasi modern pada tahun 2024 yakni sebanyak 500 unit. Dari jumlah tersebut pemerintah mendorong terwujudnya program pengembangan Koperasi Petani dan Nelayan (KPN) dalam rangka transformasi ekonomi," tuturnya.  

Airlangga juga mengungkapkan berbagai program dapat digerakkan untuk memajukan koperasi, terutama koperasi petani dan nelayan. Harapannya program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani agar hasil produk memiliki nilai tambah.

"Melalui pilot project KPN ini, diharapkan dapat dibentuk contoh Koperasi di sektor pertanian dan kelautan perikanan yang kuat sehingga dapat melakukan usaha dari hulu sampai dengan hilir, on farm dan off farm, sampai dengan pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk hasil pertanian", ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Idris Laena, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, Ketua Penasehat dan Staf Khusus Presiden Prof. Jimly Asshiddiqie selaku pemikir dan praktisi koperasi, juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot