Darurat Covid-19, Kemenag: Asrama Haji Tampung 1003 Pasien

Dwi Saputro Nugroho - Minggu, 4 Juli 2021, 19:55 WIB

Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama Republik IndonesiaYaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama Republik Indonesia/kemenag.go.id

FIX.JAKARTA.COM. Membludaknya pasien penderita Covid-19 membuka inisiatif Kementerian Keagamaan RI (Kemenag) yang telah mengizinkan penggunaan asrama haji sebagai tempat isolasi pasien Covid-19

Dalam sebuah acara di PP GP Ansor, Rabu, 30 Juni 2021 Menteri Agama H. Yaqut Cholil Qoumas yang akrab dipanggil Gus Yaqut atau Gus Men mengungkap hal itu.

"Kemenag mempunyai puluhan Asrama Haji yang kosong karena penyelenggaraan Haji ditiadakan. Kemudian ada ide kreatif untuk memanfaatkannya jadi Rumah Sakit khusus penderita Covid-19," ujar Gus Men.

Menurut informasi yang diperoleh FIX.JAKARTA.COM, sejauh ini tercatat 25 asrama haji di seluruh Indonesia yang telah disiapkan dengan kapasitas mencapai 3.308 orang.

"Sampai hari Jumat kemarin, total sudah ada 1.003 pasien Covid-19 yang melakukan isolasi di asrama haji," terang Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi H Dasir, Sabtu, 3 Juni 2021

Menurutnya, dari 25 asrama haji yang telah disiapkan, ada tujuh asrama haji yang sudah mulai digunakan untuk ruang isolasi. Data per hari ini, kata Khoirizi, terbanyak di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, yaitu 612 orang. Mereka menempati 204 kamar dari 245 yang tersedia. 

"Masih ada 41 kamar di Surabaya. Mereka yang isolasi di asrama haji adalah pasien Covid yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala atau OTG," tuturnya. 

Sedangkan Asrama Haji Balikpapan saat ini digunakan oleh 126 orang yang sedang isolasi. Asrama haji berikutnya adalah Semarang (85), Pondok Gede (56), DI Yogyakarta (67), Lombok (32), dan Ambon (25). "Kami terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19, BNPB, Kodam dan Dinas Kesehatan setempat. Sebab, Kemenag hanya menyediakan kamar asrama sebagai ruang isolasi. Sementara tenaga medis, obat-obatan, tenaga pengamanan dan konsumsi diserahkan kepada Pemda dan Dinas Kesehatan masing-masing," tegas Khoirizi

Editor: Dwi Saputro Nugroho | Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot