Dari Salman Al-Farisi Aku Belajar

Alfanny - Jumat, 8 Oktober 2021, 16:55 WIB

Rudalku Jihad LiterasiRudalku Jihad Literasi/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.

Oleh; Tim Rumah Daulat Buku (Rudalku)

Kisah seorang mantan terpidana terorisme yang menyeberangkan warga negara Indonesia untuk menjadi pejuang di Marawi, Filipina. Pemikiran takfiri-nya yang serba thogut berubah 180 derajat setelah membaca kisah sahabat Nabi bernama Salman Al-Farisi. Kini ia menapak jihad baru sebagai bentuk amaliahnya untuk ikut mencerdaskan anak-anak.

Siang menjelang sore itu, Rahman bersama istri dan putri sulungnya menemani sekira 10 anak membaca buku di ruang tamu berukuran kurang lebih lima belas meter persegi. Antusiasme anak-anak memilih dan membaca buku membuat suasana jadi ramai. Ada yang sedang  membaca, memilih-milih buku dan juga ada yang celometan saling bersahutan laiknya anak-anak. Kedatangan tim siang menjelang sore itu tak  menyurutkan semangat anak-anak untuk asyik bergumul dengan buku-buku.  Rahman yang menyambut kedatangan tim, langsung menyambut dan membawa sekardus besar buku bantuan dari tim. 

Sejak bergabung dalam  jaringan literasi dengan mengelola Rumah Daulat Buku (Rudalku) di rumahnya, kediaman Rahman menjadi magnet bagi anak-anak di sekitar rumahnya. Selain mengaji pada Rahman dan istrinya, anak-anak dapat membaca buku di kediamannya.

“Kalau mereka meminjam, saya catat,” ujar Rahman. 

Bagi tetangga, Rahman sekarang berbeda dengan Rahman dahulu.

“Pak Rahman orangnya baik dengan tetangga dan aktif di masjid. Jadi, tidak masalah dia bekas napiter, yang penting dia sudah tobat dan menjadi orang yang baik,” kata Pak Dudung, tetangga yang aktif di masjid dekat rumah Rahman. 

Ke Sekolah Menyeberangi Kali

Rahman lahir di Kampung Cikuya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Seluruh kakaknya lahir di Jakarta saat ayahnya, Mudri, merantau ke Jakarta untuk bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan Tanjung Priok. 

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot