Cucu Sultan Aceh Dapat Balasan Surat Dari Presiden Erdogan, Apa Isinya?

Alfanny | Sukarno - Rabu, 20 Oktober 2021, 15:35 WIB

Cucu Sultan Aceh Dapat Balasan Surat Dari Presiden ErdoganCucu Sultan Aceh Dapat Balasan Surat Dari Presiden Erdogan/aljazeera

FIXJAKARTA.COM.    Pemimpin Darud Donya Cut Putri yang merupakan cucu Sultan Aceh yaitu  Sultan Jauharul Alam Syah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam mendapat balasan surat dari Presiden Erdogani terkait permintaannya untuk menyelamatkan situs warisan Islam Asia Tenggara di Aceh

"Kami sangat berterima kasih atas respon dan sambutan baik, serta perhatian Turki kepada rakyat Aceh yang kini sedang berjuang," kata Cut Putri sebagaimana dilansir sejumlah media yang dikutip FIXJAKARTA.COM, Selasa 19 Oktober 2021. 

Cucu Sultan Aceh tersebut juga mengaku bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan mantan Wakil Perdana Menteri Turki. Dari komunikasi tersebut, mantan wakil perdana menteri itu berjanji membantu mengatasi masalah perawatan makam bersejarah di Aceh yang dikeluhkannya. 

"Beliau (Wakil Perdana Menteri Turki) tegaskan bahwa bertekad untuk mengikuti jejak nenek moyangnya untuk peduli kepada Aceh. Pihak Turki juga ingin tahu lebih jauh dan mempelajari lebih dalam tentang situasi darurat yang sedang terjadi di Aceh," kata Cut Putri. 

Sebelumnya, sekitar seminggu lalu cucu Sultan Aceh tersebut mengajukan surat ke Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia memohon bantuan agar menyelamatkan peninggalan sejarah Islam dan mengatasi masalah perawatan makam bersejarah di Aceh


"Surat itu berisi permohonan bantuan kepada pemimpin Turki untuk membantu mengatasi masalah perawatan makam bersejarah di Aceh yang kini tengah berada dalam kondisi darurat," kata Cut Putri seperti yang dirangkum FIXJAKARTA.COM pada Jumat 8 Oktober 2021 lalu. 

Situs-situs makam bersejarah itu terdiri dari makam kuno para raja dan ulama kesultanan Aceh Darussalam dan situs makam para ulama dan perwira pasukan Turki Usmani yang dulu dikirim oleh Sultan Turki Utsmani untuk membantu kesultanan Aceh

Selain itu, situs sejarah Istana Darul Makmur Kuta Farushah Pindi Gampong Pande Banda Aceh merupakan situs yang paling terancam keberadaannya. Situs ini terancam musnah dengan dibangunnya proyek IPAL Banda Aceh

Sebagai informasi, Proyek IPAL Banda Aceh adalah Proyek Strategis Nasional yang bersumber dana dari pihak asing melalui APBN dibawah Kementerian PUPR RI, yang dipimpin langsung dibawah komando konsultan dari Belanda. Proyek ini bermasalah sejak awal pembangunannya tahun 2015 karena banyaknya protes. 

Proyek IPAL Banda Aceh semakin diprotes meluas oleh rakyat Aceh, karena sengaja dibangun di kawasan Gampong Pande yang memiliki nilai dalam khazanah sejarah Islam di Asia Tenggara, yaitu titik awal mula lahirnya Kesultanan Islam Aceh Darussalam, yang didirikan pada tanggal 1 Ramadhan 601 H bertepatan 22 April 1205 M oleh Ghazi Sultan Johan Syah. 

Cut Putri menyampaikan bahwa dalam upaya penyelamatan kawasan situs bersejarah ini, selama bertahun-tahun pihaknya sudah melakukan segala usaha damai, melakukan pertemuan-pertemuan dengan pihak terkait, termasuk menghubungi dan menyurati resmi berbagai pihak. Ratusan lembar surat-surat sudah dikirim berulang-ulang ke berbagai pihak terkait. 

Namun, upayanya itu tidak membuahkan hasil. Proyek IPAL Banda Aceh tetap berjalan. Oleh karena itu Cut Putri sebagai cucu Sultan Aceh berinisiatif resmi mengirimkan surat kepada Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan agar mendukung perawatan makam bersejarah tersebut.  

"Apabila situs-situs sejarah nenek moyang kita dimusnahkan maka kita hanya tinggal nama, dan menjadi bangsa dan agama yang terjajah," pungkas cucu Sultan Aceh tersebut. . (ano/diolah dari berbagai sumberc

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot