Covid-19 dalam Perspektif Cerita Kuno Calon Arang

Sukarno | Abdul Rohman - Senin, 5 Juli 2021, 19:42 WIB

Ilustrasi Calon ArangIlustrasi Calon Arang/flickr.com

FIXJAKARTA.COM - Cerita Calon Arang menjadi petunjuk dalam sejarah Indonesia tentang wabah penyakit yang memakan banyak korban. Legenda ini merupakan sumber tertua dalam sejarah. Ditulis pada 1540 dalam bahasa Jawa Kuno dengan aksara Bali, cerita Calon Arang memiliki warisan yang sampai hari ini relevan dengan kondisi saat ini yang diliputi Covid-19.

Pengamat budaya Jawa Donny S. Ranoewidjojo mengungkapkan bahwa ada beberapa kisah di naskah-naskah kuno memuat wabah, salah satunya adalah kisah Calon Arang.

"Legenda Calon Arang merupakan salah satu kisah yang memuat wabah," katanya.

"Deskripsinya jelas: esuk lara sore mati, sore lara esuk mati. Pagi sakit, sore wafat. Sore sakit, pagi wafat," tuturnya melengkapi.

Menurut Donny, kisah Calon Arang ini merupakan warisan memori yang membentuk kognisi tradisional masyarakat Nusantara.

"Gambaran Calon Arang bisa dilihat dalam seni Barong dan Leak di Bali. Ini merupakan input memori kolektif yang berkelanjutan dari generasi per generasi sebelumnya. Tanpa pewarisan, gambaran tersebut tidak akan dapat muncul dalam memori masyarakat nusantara," lanjutnya.

Dari perspektif kebudayaan, kisah Calon Arang ini menurutnya merupakan sesuatu yang tak bisa lenyap.

"Calon Arang berarti tidak mempan terbakar api, menggambarkan kehebatan Sang Janda Sakti. Calon dalam bahasa Jawa Kuno berarti sesudah, setelah, bekas, habis mengalami sesuatu Sedangkan calon dalam bahasa Indonesia berarti sebelum," beber Donny yang juga merupakan kader Lesbumi NU.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot