Cegah Banjir di Jalan Raya, Pemprov DKI Buat Rain Garden. Apa Itu?

Alfanny - Jumat, 5 November 2021, 19:38 WIB

Cegah Banjir di Jalan Raya, Pemprov DKI Buat Rain Garden. Apa Itu?Cegah Banjir di Jalan Raya, Pemprov DKI Buat Rain Garden. Apa Itu?/beritajakarta.id

FIXJAKARTA.COM. Untuk mencegah atau meminimalisir genangan dan banjir di jalan raya, Pemprov DKI Jakarta telah dan sedang menyelesaikan pembuatan rain garden di sejumlah jalan raya di Jakarta. 

"Fungsi dari rain garden dan bioswale di jalur hijau membantu mengatasi genangan. Sebab saat hujan, air akan meresap ke tanah melalui rain garden dan bioswale tersebut," ujar Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat, Jauhar Arifin sebagaimana dilansir beritajakarta.id pada Jumat 5 November 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Jauhar menjelaskan, rain garden dibuat dibuat berupa area cekungan yang diisi dengan pasir dan batu kerikil serta atasnya ditanami aneka tanaman. Sementara bioswale merupakan saluran vegetasi dan depresi berbentuk linear untuk mengendalikan limpasan air hujan. Saluran dengan lebar satu meter dan panjang 60 meter ini dihubungkan dengan saluran di sekitar lokasi.

"Selain mempercepat surutnya genangan, rain garden dan bioswale ini membuat jalur hijau jadi lebih indah," tandasnya.

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat sudah menyelesaikan pembuatan rain garden dan bioswale pada area jalur hijau di Jalan Joglo Raya, Kelurahan Joglo, Kembangan.

Sementara itu, pembuatan rain garden pada tiga lokasi di Jakarta Timur, saat ini hampir rampung. Pekan depan targetnya lahan yang telah digali ini akan ditanami aneka tanaman.

Kasi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Atang Setiawan mengatakan, rain garden ini dibangun di Jl Soemarno, tepatnya di depan SPBG Pulogebang atau samping Halte Transjakarta Wali Kota Jakarta Timur. Kemudian di Jl DI Panjaitan, lokasinya di seberang Rumah Pompa Halim Perdanakusuma dan di Jl Basuki Rahmat tepatnya, depan SPBU Pasar Gembrong.

"Progresnya yang di Jl Soemarno sudah 80 persen. Sedangkan yang di Jl DI Panjaitan dan Jl Basuki Rahmat progresnya baru 50 persen," tutur Atang. 

Dia menjelaskan, lahan kosong untuk rain garden digali dengan kedalaman 1 hingga 1,5 meter. Pada bagian bawah yang telah digali, ditaburi pasir dan batu kerikil atau split. Kemudian ditimbun tanah galian lagi dan di atasnya ditanami aneka tanaman, seperti Sereh, Begonia, Melati Gambir dan Alang-alang.  

"Jika tiga lokasi rampung, kita pindah ke lokasi lainnya. Targetnya tiap kecamatan ada rain garden," ucap Atang.

Menurutnya, setiap lokasi memiliki panjang dan kedalaman rain garden berbeda-beda. Misalnya di Jl Soemarno dibuat sepanjang 16 meter, kedalaman 1,5 meter. Sedangkan di Jl Basuki Rahmat panjangnya 34 meter dengan kedalaman satu meter dan di Jl DI Panjaitan panjang 34 meter kedalaman 1,3 meter.

"Di Jl Basuki Rahmat dan DI Panjaitan masih proses penggalian lahan oleh delapan anggota Satgas Hijau. Sedangkan di Jl Soermano, pekan depan sudah mulai ditanami," pungkasnya.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot