Butuh 9 juta Talenta Digital, Menko Airlangga Sebut Industri Berbasis Teknologi Jadi Engine of Growth Baru

Alfaryandi | Alfanny - Minggu, 21 November 2021, 10:44 WIB

Butuh 9 juta Talenta Digital, Menko Airlangga Sebut Industri Berbasis Teknologi Jadi Engine of Growth BaruButuh 9 juta Talenta Digital, Menko Airlangga Sebut Industri Berbasis Teknologi Jadi Engine of Growth Baru/ekon.go.id

FIXJAKARTA.COM. Menko Perekonomian Airlangga menyampaikan bahwa pada tahun 2030 Indonesia akan memasuki bonus demografi yaitu 64% dari penduduk Indonesia terdiri dari generasi usia produktif.  Hal tersebut merupakan potensi yang harus terus dikembangkan dalam era industri 4.0 dan ekonomi digital Indonesia yang membutuhkan 9 juta talenta digital untuk 15 tahun ke depan.  Airlangga menyebut industri berbasis teknololgi akan menjadi engine of growth yang baru. 

“Industri berbasis teknologi dan digitalisasi akan menjadi engine of growth baru yang membutuhkan SDM yang bertalenta dan technopreneur. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh generasi muda dan menjadi inspirasi untuk menggali potensi pengetahuan dan keterampilan,” ujar Menko Airlangga pada Sabtu 20 November 2021 dalam rilis di situs ekon.go.id yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Menurut Airlangga, dalam periode pemulihan ekonomi pasca pandemi, salah satu yang meningkat dan konsisten tumbuh adalah sektor informasi dan komunikasi yang dipicu oleh perubahan perilaku masyarakat yang memiliki tingkat pemanfaatan teknologi yang tinggi selama pandemi.

“Perkembangan global telah mendorong ekonomi digital sebagai kekuatan baru. Tentu ini berdampak di sektor ekonomi dan kehidupan sehari-hari serta memberikan optimisme kepada pelaku ekonomi. Di masa pandemi, ekonomi digital di Indonesia mengalami peningkatan. Sekitar 41,9% dari total transaksi ekonomi digital di ASEAN selama tahun 2020 berasal dari Indonesia dan mayoritas disumbang oleh e-commerce,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Investment Conference bertema “Opportunities in Indonesia Digital Economy” yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia secara virtual, Sabtu 20 November 2021. 

Airlangga menguraikan bahwa transaksi e-commerce, perbankan digital, dan uang elektronik diprediksi akan terus meningkat di tahun ini dengan peningkatan terbesar pada transaksi e-commerce yakni sebesar 48,4% (yoy), lalu diikuti dengan peningkatan uang elektronik sebesar 35,7% (yoy), dan perbankan digital sebesar dan 30,1% (yoy).

Selain itu, Airlangga juga menyebutkan bahwa berbagai sektor mulai dari transportasi dan pengiriman makanan (ride hailing), media online, travel, dan fintech juga terus mengalami peningkatan. Bahkan sektor edutech dan healtech penggunaannya juga jauh meningkat.

Baca Juga: https://jakarta.fixindonesia.com/berita/targetkan-30-juta-umkm-terdigitalisasi-kemenkopukm-kerjasama-dengan-grab/seypCzTr8JfoifDLJLr7Ni

Berdasarkan laporan World Bank tahun 2020, pengguna aktif aplikasi edutech Indonesia tumbuh mencapai 200%. Menko Airlangga mengatakan bahwa Kartu Prakerja adalah contoh program edutech Pemerintah yang telah diakses oleh lebih dari 75 juta masyarakat. 

Airlangga kemudian melanjutkan bahwa pemerintah terus mendukung pengembangan ekonomi digital seperti dalam White Paper on Digital for Future Economy, dalam bentuk Indonesia Digital Roadmap 2021-2024, Making Indonesia 4.0, Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2025, dan Action Plan Inovasi Keuangan Digital 2020-2024.

Airlangga mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki 2306 start-up serta memiliki 1 decacon yaitu GoTo dan 10 unicorn. Start-up tersebut berhasil menempatkan Indonesia dalam urutan ke-5 negara dengan jumlah start-up terbesar di dunia.

“Artinya, ekosistem digital Indonesia sangat kondusif dengan berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan,” pungkas Menko Airlangga.

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot