Buntut 'The King of Lip Service', BEM UI Balik Dikritik Netizen

Sukarno | Abdul Rohman - Kamis, 1 Juli 2021, 13:47 WIB

Salah satu rangkaian poster kritikan BEM UI kepada JokowiSalah satu rangkaian poster kritikan BEM UI kepada Jokowi/@bemui_official

FIXJAKARTA.COM - Kritik BEM UI yang melabeli Presiden Joko Widodo (Jokowi) The King of Lip Service menuai serangan balik dari pendukung Presiden Jokowi kepada Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra.

Netizen pendukung presiden Jokowi menyebut BEM UI pro terhadap organisasi Front Pembela Islam (FPI) hingga asuhan Cikeas.

Hal itu ditunjukkan dengan tangkapan layar unggahan twitter Leon bertanggal 25 Juni 2013 yang menyatakan dirinya diundang ke Istana Negara dan bertemu dengan ibu negara Ani Yudhoyono kala kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu.

Pegiat media sosial Denny Siregar tampak memberikan komentar terhadap BEM UI, dengan mengunggah berita lama yang  menginformasikan BEM UI protes terkait pembubaran organisasi masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam atau FPI.

“Ohhh ternyata mereka mutualan," -@dennysiregar7.

Selain itu Denny juga mengomentari Partai Demokrat yang menyorot dugaan peretasan akun digital jajaran BEM UI.

"Ehm... Mulai keluar ularnya..." tulisnya di twitter.

"Dulu gua digampar guru, dilempar pake penghapus, disetrap di depan kelas bahkan sampe dijemur dekat tiang bendera. Gua nikmati itu semua, krn 'bandel' itu dulu gagah.. Sekarang, baru dipanggil rektor aja, udah tereak2 dibungkam.. Dandang penyok," cuitnya lagi pada 30 Juni 2021.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot