Bulan Juli Cuaca Berasa Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Aris Moza - Kamis, 8 Juli 2021, 17:39 WIB

dok. Istimewa/potret pemandangan alam persawahandok. Istimewa/potret pemandangan alam persawahan


FIXJAKARTA.COM -
Sempat tranding topik di twitter fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin dibanding dengan bulan sebelumnya hingga Kata "dingin" menjadi trending topik Twitter.

Mengenai fenomena alam tersebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena suhu udara malam yang dirasakan lebih dingin di beberapa daerah di Pulau Jawa disebabkan karena pergerakan udara dingin dan kering dari Australia.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal menegaskan, fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau yaitu pada bulan Juli hingga September. 
Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju periode puncak musim kemarau. Periode tersebut ditandai pergerakan angin dari arah timur, yang berasal dari Benua Australia.

Menurut Herizal Angin monsun Australia yang bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) terasa juga lebih dingin.

Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh terhadap suhu yang dingin di malam hari karena tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.(diolah dari berbagai sumber)

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot