Bukit Algoritma, Antara Ambisi dan Realitas

Alfanny - Sabtu, 12 Juni 2021, 8:34 WIB

Bukit AlgoritmaBukit Algoritma/Istimewa

FIXJAKARTA.COM.  Belum lama ini Indonesia dihebohkan oleh sebuah gagasan pembangunan Bukit Algoritma yang diklaim memiliki nilai investasi sampai belasan triliun rupiah. Berbagai macam komentar terlontar pada gagasan tersebut. Tepat tanggal 9 Juni 2021 proyek tersebut resmi diluncurkan. Proyek yang diinisiasi oleh Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya (KSO) Budiman Sudjatmiko tersebut akan dikerjakan oleh PT Amarta Karya (Persero) atau AMKA.   

Banyak muncul pertanyaan apakah proyek bukit algoritma itu merupakan sebuah ambisi semata atau memang sesuatu yang realistis? Hal yang paling menarik dari proyek tersebut adalah bahwa proyek tersebut masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tentunya hal tersebut bertujuan untuk menarik investor. Kemudahan pelayanan perijinan dan jaminan kelayakan dan visibilitas menjadi daya Tarik tersendiri bagi investor.   

Ada hal lain yang menjadi sorotan terkait proyek Bukit Algoritma, yakni lokasinya yang jauh dari ekosistem pendidikan/ kampus dinilai menjadi sebuah proyek yang tidak realistis menurut Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil. Akan tetapi dalam rangka menumbuhkan sebuah visi bangsa akan perubahan dan kemajuan khususnya dalam bidang industry teknologi informasi sah-sah saja. Mengingat industry-industri kreatif dalam bidan IT di Indonesia sudah mulai tumbuh. Adapun terkait lokasi yang jauh dari lingkungan kampus bukan semuah masalah. Apalagi perkembangan teknologi informasi yang sudah semakin berkemajuan.   

Kita perlu sebuah kawasan yang mampu memberi ruang bagi para pengrajin teknologi untuk bisa terus berkarya dan mendapat apresiasi yang seimbang. Bukit Algoritma merupakan sebuah jawaban, dimana para pegiat teknologi diberikan ruang untuk hidup dan terus berkembang. Terlebih program kampus merdeka – merdeka belajar yang dicanangkan oleh mendikbud, sangat tepat diimplementasikan dalam sebuah ruang dan komunitas yang khusus.   

Intinya kita tidak usah terjebak dalam sikap pesimistis terhadap program akselerasi pembangunan teknologi, karena saat ini adalah zamannya. Justeru jika pemerintah ragu dalam menciptakan ekosistem maju bagi para pegiat teknologi masa depan, kita akan semakin jauh tertinggal, dan tentunya mereka akan lebih tertarik untuk pergi keluar negeri hanya sekedar untuk menyalurkan bakat dan hobinya tersebut. Untuk itu dukungan dan apresiasi sangat tepat bagi pembangunan Bukit Algoritma di Kota Santri seperti Sukabumi tersebut. 

(Oleh R.A.S Zarkasih, S.Kom., M.Kom., Wakil Dekan II Fakultas Teknik Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung)

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot