Bukan Hanya Tentang Baha’i, Tetapi Hak Asasi Setiap Individu Untuk Meyakini Serta Mengekspresikan Agama dan Kepercayaan Masing-Masing

Abdul Rohman - Rabu, 28 Juli 2021, 12:02 WIB

Ilustrasi Literatur Baha’iIlustrasi Literatur Baha’i/bahai.id

Oleh: Ali Mashar, Seorang Muslim, pengamat sosial-keagamaan

FIXJAKARTA.COM - Setidaknya ada 12 juta rakyat Indonesia yang memeluk agama/aliran kepercayaan, di luar enam agama yang “diakui” sebagaimana umumnya kita ketahui. Para penganut kepercayaan ini juga memiliki kewajiban-kewajiban religius yang harus dilaksanakan sebagaimana penganut enam agama “resmi” lainnya.

Duabelas juta orang ini adalah rakyat Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Tak ada prinsip keadilan apapun yang membenarkan perlakuan diskriminatif terhadap para penganut aliran/agama kepercayaan.

Di Indonesia, ada sekitar 187 kepercayaan yang dianut oleh masyarakat. Kebanyakan kepercayaan ini sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Bahkan di ataranya telah ada sebelum beberapa agama “resmi” yang kita ketahui, dianut oleh rakyat Indonesia.

Keyakinan terhadap ajaran agama dan aliran kepercayaan telah ada sejak lama. Secara alami, manusia selalu mempercayai adanya kekuatan dan kekuasaan adi kodrati di luar dirinya.

Agama dan Kepercayaan telah ada dan diyakini di setiap peradaban dan kebudayaan, bahkan yang paling primitif sekalipun. Hingga sekarang, ketika sains dan teknologi berkembang begitu pesat, agama dan kepercayaan juga masih tetap diyakini oleh masyarakat. Masyarakat yang tinggal di negara dengan teknologi paling maju sekalipun, tetap meyakini kebenaran agama dan kepercayaan.

Setiap orang yang menganut agama atau kepercayaan tertentu, meyakini bahwa agama atau kepercayaannya adalah jalan keselamatan, serta berharap orang lain juga meyakini apa yang diyakininya. Tetapi tidak ada manusia yang boleh memaksa orang lain untuk mengikuti keyakinannya. Agama dan kepercayaan adalah perkara individu yang tidak boleh dipaksakan.

Sepanjang sejarah peradaban yang bisa ditelusuri, tidak pernah ada satu agama atau kepercayaan yang dianut dan diyakini seluruh penduduk bumi. Manusia selalu berbeda kepercayaan dan keyakinan. Setiap usaha memaksakan keyakinan hanya akan melahirkan penindasan dan kekerasan.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot