Bukan Hanya Islam, Berikut Agama-agama Yang Mengharamkan Babi

Sukarno | Abdul Rohman - Senin, 26 Juli 2021, 18:01 WIB

Ilustrasi BabiIlustrasi Babi/pixabay.com

FIXJAKARTA.COM - Larangan berdasarkan religi terhadap konsumsi daging babi telah menjadi sebuah tradisi Timur Tengah Kuno. Babi dilarang di Suriah kuno dan di Bangsa Fenisia. Babi dan dagingnya merupakan hal yang tabu.

Selain itu, babi juga menjadi mitos kehancuran kota kuno di Turki. Dalam catatan Strabo, sejarawan Yunani Kuno, di sebuah kota kuno Turki terdapat kisah mitos yang mengisahkan tentang Attis dihancurkan oleh seekor babi supernatural, ini menjadi akibat bahwa penduduk Galatia yang tinggal di Pessinous tidak boleh menyentuh daging babi.

Di masa setelahnya, agama-agama Abrahamik seperti Yahudi, Islam, dan beberapa denominasi Kristen juga melarang konsumsi babi.

1. Yahudi

Dalam Agama Yahudi, larangan untuk makan daging babi mengacu pada Perjanjian Lama. Aturan tersebut berdasarkan pada larangan yang termuat dalam Tanakh yang menjadi kitab suci mereka.

"Setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak, boleh kamu makan," (Imamat 11:3).

"Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu," (Imamat 11:7-8).

Kitab Ulangan mengutip kembali apa yang Kitab Imamat katakan tentang babi.

Editor: Abdul Rohman

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot