Budiman Sudjatmiko: Taliban Terapkan Strategi Desa Mengepung Kota

Alfanny - Kamis, 9 September 2021, 15:03 WIB

ilustrasi Talibanilustrasi Taliban/Istimewa

FIXJAKARTA.COM. Fenomena kemenangan Taliban yang berhasil merebut kekuasaan di Afghanistan rupanya juga dicermati politisi PDIP Budiman Sudjatmiko.  Budiman menilai Taliban menerapkan strategi desa mengepung kota. 

"Beda dengan saat Sandinista menang yang menggabungkan tiga strategi: desa mengepung kota, gerakan buruh kota dan pemberontakan umum kota, Taliban ini murni desa mengepung kota sehingga warga kota tak dikonsolidasi," ujar Budiman di akun twitternya @budimandjatmiko pada Kamis 9 September 2021 yang dikutip FIXJAKARTA.COM. 

Budiman merujuk demonstrasi besar-besaran di Kabul dan sejumlah kota lainnya dua hari lalu yang menyuarakan kritik terhadap pemerintahan baru Taliban yang tidak inklusif.   Demonstrasi tersebut merupakan demonstrasi terbesar menentang kekuasaan Taliban selama ini di Afghanistan. 

"Baru kali ini ada gerilya menang tapi didemo orang-orang kota," tambahnya. 

Lebih lanjut Budiman mengatakan bahwa gerilyawan Marxis FARC di Colombia akan menghadapi masalah serupa kalau mereka menang,

"Bakal ditolak oleh orang-orang kota karena strategi mereka murni desa mengepung kota. Tapi mereka akhirnya berdamai dengan pemerintah Colombia dan mengakhiri perang gerilya 50 tahun!" tambahnya. 

Menurut Budiman, strategi desa mengepung kota yang sukses pertama kali dan satu-satunya adalah saat Mao Tse Tung mengalahkan Chiang Kai Sek pada 1949.

"Tapi tidak bergeraknya massa kota pro PKC bukan karena PKC tidak punya massa di kota melainkan kuatnya cengkeraman Kuomintang di kota-kota," lanjutnya. 

Kalau Taliban ini tambah Budiman, tampaknya memang murni di desa-desa dan pedalaman berbasis kabilah-kabilah/suku-suku, meskipun mayoritas suku Pasthun. 

"Mayoritas warga kota-kota di Afghanistan tampaknya tak berafiliasi pada kelompok (Taliban) secara fanatik. Mereka kebanyakan Islam moderat, nasionalis moderat dan sisa-sisa kelompok Marxis," pungkas Budiman mengakhiri cuitannya.  

Editor: Alfanny

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot